oleh

Siapa Sosok Direktur PD Sumekar Yang Digrebek Bersama Janda?

VISIT.CO.ID— Dalam beberapa hari terakhir sosok Direktur PD.Sumekar menjadi viral setelah digrebek bersama seorang janda di salah satu perumahan Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Lantas siapa sebenarnya Direktur PD Sumekar?
Berdasarkan laporan situs resmi milik pemerintah daerah, PD Sumekar yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Sumenep diharapkan menyumbang PAD itu ternyata dilantik pada saat pemerintahan
Bupati Busyro Karim.

Saat pelantikan Direktur PD Sumekar saat itu dilakukan secara bersamaan dengan Direktur PDAM yang merupakan dua Badan Usaha Mililk Daerah untuk priode 2021-2026.

Disebutkan, dua sosok itu yakni Moh. Riyadi,SE,MM sebagai Direktur PD Sumekar dan Febmi Noerdiansya, SAP sebagai Direktur PDAM Sumekar. Dua direktur Perusahaan Daerah ini dilantik Bupati A,Busyro Karim pada Selasa 9 Februari 2021.

Bahkan Bupati Busyro saat itu berharap agar Direktur yang baru dilantik itu harus memiliki ide-ide besar dan keberanian berinovasi dalam mengembangkan perusahaan.

“Sehingga keberedaannya bukan sekedar jabatannya saja sebagai Direktur, tetapi mampu mengelolanya,” demikian Bupati Busyro dalam acara Penyerahan Keputusan Bupati Sumenep kepada Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumekar dan Perusahaan Daerah (PD) Sumekar, Selasa 09 Februari 2021 seperti dilansir dari situs resmi Pemkab Sumenep.

Dua direktur yang baru diangkat saat itu diharapkan menjadi pemimpin perusahaan daerah yang visioner, yang bisa membaca arah perkembangan perusahaan.

“Direktur yang baru dilantik untuk melakukan pembenahan baik internal mapun eksternal demi meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada masyarakat,” harap Bupati dua periode saat itu.

Sebelumnya, Mustangin Sekretaris Pembina BUMD Pemkab Sumenep saat dikonfirmasi wartawan mengaku kesulitan melakukan pemanggilan klarifikasi terhadap Direktur PD.Sumekar berinisial DD tersebut.

Bahkan nomor telpon yang biasa dihubungi,lanjut Mustangin tak satupun yang bisa dihubungi.
“Kemarin kita sudah melakukan pemanggilan yang bersangkutan, tapi yang hadir kesini hanya stafnya saja. Yang bersangkutan terkesan hilang dari peredaran,” demikian Mustangin, Sekretaris Pembina BUMD Sumenep kepada Wartawan yang mengubunginya, Selasa 10 Mei 2022.

Kendati demikian, pihaknya akan melakukan pemanggilan berikutnya hingga ada kejelasan terkait kasus yang mendera mantan sopir dan ajudan Bupati Busyro Karim tersebut. [MM/DBS/FA/yak/sumenepkab]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.