Diduga Tak Netral, Perangkat Desa Tambuko Terancam Pidana

0
106 views
V I S I T U T A M A

Visit.co.id– Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tambuko diduga tercederai oleh sikap aparat desa setempat yang dinilai tidak netral.

Bahrul Uum salah satu pemuda Tambuko mempertanyakan netralitas perangkat desa tersebut.

Paslnya, akun Facebook (FB) bernama Sim An Abi Liza kepergok telah memposting salah satu Calon Kepala Desa (Cakades).

Akun FB tersebut dikatakan milik Sim’an, operator dan register desa setempat.

Terdapat satu postingan foto salah satu Cakades dengan tagline kampanyenya di FB itu.

Pada hari yang sama, akun tersebut juga memposting foto dua Cakades yang selesai mengambil nomor urut.

Pada hari berikutnya, akun FB itu kembali memposting Foto Pamflet Pilkades, menampilkan dua Cakades yang dikeluarkan oleh Panitia Pilkades.

Bahrul mengatakan, perangkat desa harus netral guna menjaga kondusifitas pelaksanaan Pilkades. “Panitia kok rasa tim sukses. Perangkat desa rasa tim sukses. Operator desa rasa tim sukses, kenapa tidak daftar calon Kades saja,” ujarnya kepada SantriNews, Sabtu 26 Juni 2021.

Ia mengaku, Pihaknya telah mengantongi nama perangkat desa yang tidak netral, tapi sambungnya,masih dalam pengumpulan bukti.

Bahrul secara terang-terangan menegaskan, pihaknya akan melaporkan perangkat desa yang tidak netral kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep guna untuk diberikan sangsi.

Sedangkan Sim’an menyangkal mengenai prihal dirinya seperti yang dikatakan oleh Bahrul.

Sim’an mengatakan, dirinya bukan perangkat desa dan juga tidak termasuk Panitia Pilkades Tambuko . “Saya orang desa saja, masyarakat biasa,” katanya.

Ia juga menunjukkan ekspresi tidak tahu soal postingan FB tersebut. “Postingan apa, yang mana pak,” ucapnya.

Bahkan Akun FB bernama Sim An Abi Liza dikatkan juga bukan miliknya. Ia mengaku tidak memliki akun FB. “Saya tidak punya FB, HP saya HP biasa,” ujarnya singkat.

REKOMENDASI:  Penderita Gangguan Jiwa Di Sumenep Menurun

Sim’an tidak banyak memberi keterangan mengenai masalah postingan FB tersebut. Ia juga tidak memberi keterangan nama lengkapnya saat dikonfirmasi.

Selain masalah di atas, Bahrul meminta Panitia Pilkades terbuka mengenai rekrutmen Panitia Pilkades yang betugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Selain itu, Bahrul meminta panitia terbuka kepada masyarakat. Menyampaikan setiap proses tahapan yang sudah berlangsung.

“Sampai dimana saja sudah, agar masyarakat Tambuko tidak bertanya-tanya,” pungkasnya. (ari)

Artikel ini tayang sebelumnya di laman SantriNews dengan judul:Terancam Pidana, Perangkat Desa Tambuko Diduga Tidak Netral saat Pilkades

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here