PAN Garang Karena Mungkin Sudah Tahu Tidak Dapat Kursi Menteri

0
116 views

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kedatangan Ketua MPR Zulkifli Hasan (kiri) di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww.

V I S I T U T A M A

Visit.co.id– Partai Amanat Nasional (PAN) bisa saja sudah tahu tidak akan masuk kabinet lewat reshuffle jilid II, sehingga keras mengkritik pemerintah. Atau apa yang ditawarkan ke PAN tidak sesuai dengan diharapkan.

Demikian disampaikan analis politik Abdul Hamid menanggapi kritikan keras Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada pemerintah terkait kebijakan impor beras.

“PAN mulai garang ke pemerintah lewat Zulhas ini bisa kita mengerti, karena PAN mungkin menjadi korban PHP atau dalam bahasa anak-anak sekarang korban ghosting,” kata Cak Hamid sapaan akrab Direktur Visi Indonesia Strategis itu kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (17/4).

Sebagai korban ghosting politik alias korban gantung PHP masuk kabinet, yang ternyata tidak pernah terwujud sampai di tahun kedua periode kepemimpinan Jokowi, PAN telat nyadar dan telat dalam bersikap.

“Sehingga menurut saya banyak sekali kerugian yang PAN dapat,” ujar Cak Hamid.

Sangat disesalkan jika PAN tidak dapat kursi menteri. Pasalnya, patai berlambang matahari itu kadung sudah dianggap bagian dari pemerintah.

“Di sisi lain, PAN juga tidak dapat pundi-pundi elektoral karena tidak kritis, tak banyak menyikapi situasi-situasi nasional bahkan tak jelas keberpihakannya kepada rakyat,” demikian Cak Hamid. [RMOL]

REKOMENDASI:  Hilmar Farid Diminta Tanggungjawab Raibnya Nama Pendiri NU, Gus Yasin: Rumornya Dia Aktivis PRD
STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here