V I S I T U T A M A

TEGAL (VISIT.CO.ID) – Pecinta tanaman bonsai dari berbagai pelosok tanah air berkumpul di Kota Tegal. Mereka mengikuti kontes dengan menampilkan keindahan, berbagai jenis tanaman yang dikerdilkan tersebut. Pohon bonsai yang ditampilkan memiliki nilai jual cukup fantastis. Hingga milyaran rupiah.

Pameran dan kontes bonsai tingkat nasional digelar di Halaman Gedung Olahraga (GOR) Wisanggeni, Kota Tegal. Sedikitnya lebih dari 300 berbagai jenis tanaman bonsai dipajang untuk mengikuti perlombaan yang diadakan oleh komunitas bonsai tegal moncer maning.

Berbagai jenis tanaman bonsai tersebut antara lain: Santigi, cemara, waru, serut, dan beringin. Peserta kontes berasal dari berbagai daerah hingga provinsi di seluruh Indonesa. Mulai dari peserta lokal, Madura hingga Bali.

Pameran dan kontes dimulai dari 20 Juli dan dibuka untuk umum hingga 1 Juli mendatang. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari jadi ke 73 Bhayangkara. Selain itu, sebagai bentuk ajang silaturahim sesama penggemar bonsai.

Sejumlah peserta mengaku sudah mempersiapkan diri tiga bulan sebelum kontes dimulai. Mereka berusaha semaksimal mungkin menjaga keindahan tanaman, agar dapat memperoleh nilai tinggi saat penjurian.

“Kami harus mengkondisikan lokasi dan material sarana pendukung. Pohon pohon itu kan perlu perlakuan khusus apalagi mau dibawa ke ajang kontes. Kadang-kadang tiga bulan sebelumnya sudah persiapa,” kata Zaenal Raja Udi, peserta kontes.

Pecinta tanaman bonsai dari berbagai pelosok di seluruh indonesia berkumpul di Kota Tegal. (Foto: Syaifullah)

Tak hanya pameran dan kontes, even ini juga tersedia penjualan tanaman bonsai. Harga ditawarkan, dari ratusan ribu hingga milyaran rupiah. Tergantung jenis dan keindahan serta karakter cabang yang terbentuk dari tanaman tersebut.

Asep, peserta kontes lainnya menjelaskan, tanaman bonsai bisa mahal karena karakternya yang unik. Menurutnya, pohon satu dengan pohon lainnya memiliki karakter masing-masing.

REKOMENDASI:  Komnas Perlindungan Anak: Jakarta Waspada Kejahatan Seksual

“Jadi dalam bonsai itu tidak sebatas seni, tapi harus ngerti juga tentang botani, tentang kesehatan pohon, perlakukan pohon seperti apa. Jadi seninya bercampur dengan botani.”

Tahapannya, lanjut dia, pertama adalah karantina. Setelah sehat dan sudah kelihatan trubus-trubus, baru diarahkan dengan kawat bonsai. “Ada juga yang dilos atau dilepas saja,” katanya.

Pecinta tanaman bonsai dari berbagai pelosok di seluruh indonesia berkumpul di Kota Tegal. (Foto: Syaifullah)

Pameran dan kontes ini pun cukup menyedot perhatian, baik warga sekitar maupun luar daerah. Tak sedikit, warga sengaja datang untuk melihat dan mencari inspirasi tentang keindahan tanaman.

“Saya lihat lihat bonsai karena saya hobi, suka. Kebetulan saya anggota juga. Bonsai yang bagus itu yang karakternya sudah masuk semua, terutama pengakaran, baru batang, percabangan, anak cabang dan sampai cucu batang. Acara ini bagus, saya sering nonton kontes, tapi belum pernah ikut kontes,” katanya.

Reporter: Syaifullah
Editor: Irsyam Faiz

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here