V I S I T U T A M A

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani Yudhoyono Gubernur Jawa Timur Soekarwo (keempat kiri) serta Menkominfo, M. Nuh (kedua kanan) berdoa bersama usai peresmian jembatan Suramadu (10/6). (ist/net)
Visit.co.id– Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tidak ingin masuk dalam polemik kebijakan penggratisan tarif retribusi Jembatan Suramadu.

SBY juga tidak mau dibenturkan dengan Presiden kelima, Megawati Soekarnoputri ataupun Presiden Jokowi. Namun SBY ingin meluruskan pemberitaan.

“Sebetulnya (saya) tidak ingin masuk dalam klaim mengklaim sebuah karya pembangunan. Saya tidak suka dibentur-benturkan dengan Presiden Jokowi dan Megawati,” ujar SBY di Kabupaten Kulonprogo, DIY, Minggu, 28 Oktober 2018.

SBY justru mengajak semuanya bisa saling menghormati antar pemimpin bangsa di negeri ini. Apalagi jembatan Suramadu banyak melibatkan jasa para mantan presiden dari perencanaan sampai dengan terwujud.

SBY membenarkan proyek jembatan Suramadu ini diawali oleh Presiden Megawati dan itu nyata. Namun pembangunan itu terhenti. Itulah sebabnya ketika menjabat presiden, SBY meninjau dan berlayar ke Suramadu.

“Saya tidak pernah katakan itu mangkrak, karena itu konotasinya negatif,” jelasnya.

Lantaran pembangunan terhenti, kata SBY, dia langsung melakukan rapat kabinet di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dari situlah diketahui ada dua alasan mengapa proyek itu terhenti. Satu karena alokasi anggaran dari APBN kurang dan kerja sama dengan Tiongkok mengalami hambatan.

Dari situlah dia mencarikan solusi atas kedua masalah dan pembangunan akhirnya bisa dilanjutkan. Hingga pada 2009 proyek jembatan nasional bisa diresmikannya.

“Boleh dikatakan pembangunan awal Megawati, tetapi kami yang melanjutkan. Ini kan indah kesinambungan pembangunan dan pemerintahan,” tuturnya.

Kesinambungan seperti ini sangat diharapkan untuk bangsa. Apa yang dirintis pendahulu bisa dilanjutkan presiden selanjutnya. Itu sudah menjadi kelaziman pembangunan.

“Tidak perlu saling menarasikan sesuatu yang tidak tepat,” pinta SBY.

Menurutnya, Megawati memiliki jasa besar dalam pembangunan ini. Namun pemerintah SBY lah yang melanjutkan setelah menyelesaikan hambatan.

REKOMENDASI:  Peliputan Wapres JK di Tanwir-1 Aisiyah Surabaya Dibatasi

(ase/viva)

REKOMENDASI:

Demokrat: Suramadu Diresmikan SBY, Mimpi yang Jadi Nyata  

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here