V I S I T U T A M A

Visit.co.id– Museum Daerah Kabupaten Lumajang mengeluarkan koleksi baru, berupa batu goresan seperti Surya Majapahit. Namun, bentuknya tidak mirip lambang Kerajaan Terbesar di Nusantara itu.

“Kalau bentuknya mirip, tapi tidak ada pahatan dewa-dewa di 8 penjuru mata angin,” kata Arkeolog Museum, Aries Purwantiny, Rabu (31/10/2018).

Lanjut dia, batu goresan ini disimpan oleh warga di Dusun JabonDesa/Kecamatan Pasrujambe dikawasan penemuan sejumlah prastasti batu tulisan yang menjadi koleksi museum Lumajang. “Kita jadikan koleksi, karena secara areal temuan berada kawasan prasasti lainya,” paparnya.

Dari penelitian secara kasat mata, memang asli dipahat diatas batu kaki Gunung Semeru. Diperkirakan sebuah simbol keresian atau pemujaan pada dewa masyarakat Jawa kuno. “Kita teliti dulu dan mencocokan dengan temuan lain dari berbagai koleksi museum di Jawa Timur. Karena surya majapahit adalah stempel kerajaan,” jelasnya.

Temuan prasasti batu tulis di Pasrujambe sering didapat oleh warga. Karena, kawasan tersebut diduga tempat tinggal para resi untuk menyepi dan menambah ilmu pengetahuan.

“Kalau dulu ada puluhan prasasti, namun hanya terlacak belasan di museum mpu tantular,” pungkasnya. (*bj/mzm)

REKOMENDASI:  Curug Sodong, Destinasi Wisata Sukabumi
STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here