V I S I T U T A M A

JAKARTA,VISIT.CO.ID – Di tengah penyelenggaraan Aksi Bela Tauhid yang diselenggarakan di kawasan Patung Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, nyanyian dukungan terhadap calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto turut bergema, Jumat (2/11/2018).

Di tangah orasi beberapa tokoh dan ulama tiba-tiba seorang pria naik ke atas mobil komando yang mengaku bernama John. Kemudian dia menyanyikan lagu yang dia klaim ciptaannya sendiri untuk memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto.

Nyanyian dikumandangkan melalui pengeras suara. Meski peserta aksi tidak mengetahui lagu yang dinyanyikan John namun tidak ada yang melarang bahkan John tetap mengumandangkan meski tanpa iringan musik.

“Prabowo gagah, Prabowo kuat, Prabowo maju terus, Prabowo bela Islam, bela NKRI, Hidup hanya sekali doa setiap hari, Semoga prabowo jadi Presiden RI,” lirik lagu yang dinyanyikan John diamini peserta aksi.

Lagu tidak lama dinyanyikan oleh John, dia bahkan sempat meminta peserta aksi mengikuti irama lagu namun mayoritas massa hanya terdiam dan mendengarkan dengan seksama.

“Semoga Prabowo jadi Presiden RI” kata John mengulangi bagian akhir lagu ciptaannya dan lagi-lagi massa mengamini.

Sementara Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif usai bertemu Menteri Polhukam Wiranto dan Wakapolri Komjen Ari Dono mengaku gagal bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan tuntutan aksi.

Diakhir orasinya, Slamet sempat meminta kepada massa agar menuntut Kepolisian menindak tegas pelaku pembakaran bendera bertulis Tauhid beserta aktor intelektual dibalik pembakaran bendera tersebut.

Dia menyampaikan bahwa bendera yang dibakar oleh oknum Banser bukanlah bendera organisasi masyarakat (ormas) Islam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dilarang pemerintah melainkan bendera Tauhid milik umat Islam. Dia pun meminta kepolisian memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.

REKOMENDASI:  Ampera Menjaga Cita Rasa Sunda Tulen

“Harus ditembak dengan hukum. Tahu caranya? Nih begini nih,” kata Slamet sembari mengangkat jempol dan jari telunjuk menyerupai bentuk pistol dan meminta massa mengikuti gerakannya.

Massa lantas mengikuti gerakan. Namun tidak dijelaskan oleh Slamet apakah bentuk pistol merupakan simbol dua jari untuk dukungan kepara Prabowo atau tidak. Namun, terdengar teriakan ‘ganti presiden’ ditengah massa.

“Angkat pistolnya. Pembakar bendera Tauhid…Dor,” kata Slamet diikuti massa.

Setelah diterima oleh perwakilan pemerintah, peserta aksi langsung membubarkan diri dengan tertib menjelang waktu Maghrib.

(Yendhi/poskotanews)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here