V I S I T U T A M A

Visit.co.id–Bicara soal perempuan, terutama gadis, memang selalu menggoda. Kecantikan, keseksian, dan kelemahlembutan perempuan atau seorang gadis membuat sosok keturunan Hawa ini memang selalu menarik diulas dan tak henti-hentinya diperbincangkan. 

Apabila mengerling dan membicarakan perempuan atau gadis dari segela aspek, rasanya tidak akan pernah tuntas atau sekadar rampung untuk sebuah tulisan kecil seperti ini. 

Soal kecantikan perempuan itu sendiri juga dari perspektif suku-suku di Nusantara, memang selalu berbeda dan unik. Paparan kali ini soal kecantikan perempuan dikerling dari pandangan suku Madura di pulau garam. 

Soal kecantikan perempuan, suku Madura memiliki referensi sendiri, yang bertolak dari cita rasa dan cultural Madura. 

Bagi orang Madura, cantik tidak hanya soal fisik belaka. Cantik yang sesungguhnya lebih pada kecantikan inner beauty yang nyata terlihat dari tingkah laku seorang perempuan. Cantik dalam pandangan budaya Madura sangat memperhatikan substansi, sehingga muncullah pitutur raddin atena bagus tengka gulina.

Maksudnya, perempuan cantik adalah perempuan yang cantik hatinya dan indah perilakunya. Ini benar, dimana cantik fisiknya bisa luntur ditelan usia, sedangkan cantik hati dan perilaku akan abadi. Setelah cantik fisiknya pudar, akan tersisa hanyalah kecantikan hati dan perilakunya. 

Memilih jodoh tidak melulu melihat kecantikan fisik dari perempuan. Bagi sebagian besar orangtua di Madura menginginkan anak lelakinya mendapatkan perempuan yang shalihah dan taat beragama. 

Hal ini karena Madura memang dikenal sangat kental dengan Islamnya. Walaupun secara fisik tidak begitu cantik, tetapi perilakunya dapat menyejukkan hati orang yang memandang, tetap saja perempuan tersebut mempesona dan membuat lelaki Madura ingin mempersuntingnya.

Di Madura, perempuan yang cantik secara fisik tetapi tidak secara hati, hanya akan mengundang perbincangan masyarakat sekitar. 

REKOMENDASI:  Difitnah Gelapkan Donasi Palestina, Ustadz Adi Hidayat Lapor Bareskrim

Perempuan yang seperti itu bisa saja akan dikucilkan di masyarakat, sebab orang Madura sangat menjunjung tinggi soal tatakrama, apalagi bagi perempuan. 

Makanya tidak salah jika kebanyakan orangtua akan menitipkan putrinya di pondok pesantren agar mereka bisa bertingkah laku yang baik dan bisa memahami agama Islam secara lebih mendalam.

Wow, keren! Semua suku di Nusantara pasti kebanyakan melihat itu, tetapi bagi orang Madura, itu menjurus mutlak.

(Nnc/emadura)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here