Mei 2018, 20 Tahun Reformasi: Awas Jangan Main Tangkap!

0
37 views
V I S I T U T A M A

Di bulan Mei, tahun 2018 Indonesia sudah memasuki usia reformasi 20 tahun. Joko Widodo sebagai pemimpin pemerintahan diingatkan agar momen 20-an untuk tidak berbuat hal-hal yang justru menimbulkan kegaduhan.

“Saya khawatir kalau kita tidak memperingatkan terus menerus ini, apalagi 20 tahun itu selalu ada momen sejarah yang kadang-kadang bergejolak dan tidak terkendali. Bisa-bisa pemerintahannya goyang keras sekali. Kita ingin mengingatkan dan melawan lupa bahwa otoritarianisme itu bisa kembali sebagai sistem,” sampai Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah tegas, Kamis (11/01/2018), di Jakarta.

Menurut Fahri ada banyak negara yang sistem otoriternya kembali. Ada yang temponya kurang setahun otoriterya kembali. “Kita ini sudah 20 tahun dan mulai ada introduksi. Pasal-pasal atas nama ketakutan akan kebebasan, kekacauan dan sebagainya lalu meregulasi sesuatu yang memungkinkan negara mengambil keputusan sepihak tanpa proses peradilan yang baik. Ini kita harus lawan,” peringatannya tegas.

Sebenarnya, lanjut dia, menilai masih banyak lagi regulasi lain yang di situ pemerintah ingin nampak prientif, mengambil keputusan sepihak. “Tim-tim yang saya dengar dibentuk itu mau seenaknya menangkap orang. Orang itu belum ada kesalahan tapi ditangkap dulu.

Mau disalahkan dulu. Ini mentalitas yang kita runtuhkan. Dan yang kita bangun adalah mentalitas demokratis,” tutupnya tegas. (Rob/voi)

REKOMENDASI:  Kiai Kholil Situbondo Keluarkan Surat Edaran untuk Menangkan Prabowo
STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here