Mendorong percepatan pertumbuhan Ekonomi Desa

0
70 views
V I S I T U T A M A

La Mema Parandy,ST.,MM.
Ketua I (OKK) HIPMI BPC Pacitan

Visit.co.id-Desa sebagai entitas pemerintahan terendah dalam sususnan ketatapemerintahan negara, telah memiliki kekuatan hukumnya setelah UU No. 6 tentang Desa Tahun 2014 disahkan. Kemudahan sekaligus tantangan dalam membangun kemandirian Desa harus cermat dan tepat guna kita lihat sebagai ekosistem potensi ekonomi bagi Indonesia kedepannya. Dari Desa kemudian ke kota-kota pertumbuhan ekonomi terasa. Sayur mayur segar, ikan laut, buah-buahan, dan bahan baku lainya adalah penopang kehidupan masyarakat perkotaan.

Dana bertriliun di gulirkan adalah kemufakatan sekaligus kehadiran negara bagi kepentingan dan peningkatan pertumbuhan Ekonomi Desa. Itu harus kita akui, karena semua unsur masyarakat dan negara berkepentingan. Tahun ini, dalam APBN-P 2017 Dana Desa dialokasikan sebesar 60 Triliun untuk 74.910 desa, yang disalurkan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama sebesar 36 Triliun yang disalurkan mulai April. Dan tahap kedua sebesar 24 Triliun mulai Agustus 2017 (Kompas/11 Desember 2017).

Wow, sangat fantastis dan kerap menjadi perbincangan semilir di kalangan masyarakat Desa. Bagaimana tidak, peruntuan dalam pengunaan Dana Desa kerap rawan pengunaan. Terkadang disuatu Desa, mereka terheran-heran kepada Desa lainnya yang mampu secara mandiri meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka penganguran, dan meningkatkan angkatan kerja baru yang produktif, serta berubahnya pola pikir masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Menurut hemat kami, jika Dana Desa dianggap sebagai investasi dan modal bagi suatu Desa, maka niscaya mereka meyakini bahwa Desa akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. Namun jika pola pikir lama dan telah menjadi tradisi turun temurun, maka Desa tersebut belum mampu atau bahkan kebingungan dalam penggunaan alokasi Dana Desa. Dalam pengertian luas, seharusnya ada skala perioritas berdasarkan perencanaan awal (road map) Pemerintahan Desa dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Desa. Pembangunan di Desa harus mampu mencukupi sesuai pengalokasian. Untuk pembangunan saluran irigasi pertanian, akses jalan lingkungan Desa, penerangan jalan lingkungan Desa, dan gardu-gardu pos keamanan lingkungan-lingkungan di Desa.

REKOMENDASI:  Citibank gelar ajang penghargaan bagi pelaku UKM di Bandung

Sisanya harus ada pengalokasian yang produktif. Khususnya bidang ekonomi kreatif, paling pas mendapatkan sekian presentasi. Karena entitas Desa adalah pilar ekonomi mikro, kecil dan menegah. Bahkan di Desa ada pengusaha sayur mayur yang terhitung berkelas nasional, di Desa juga ada kelompok tukang dan mandor berkelas, ada keahlian khusus bidang kerajinan, seni, budaya. Semua itu ada di Desa. Sehingah akses dan sinergi pemerintah daerah perlu mendukung sepenuhnya. Semua elemen masyarakat harus turut serta. Mendorong percepatan pertumbuhan Ekonomi Desa itu keharusan. Bila perlu, setiap Desa yang memiliki potensi ekonomi di bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Tidak ada salahnya. Biarkan bergulir, biarkan masyarakat mengerti dan menerima perubahan dalam tatanan desanya. Biasanya, kalau itu bermanfaat bagi mereka, maka peranan dan keterlibatan setiap orang akan bertumpu pada Desa. Mereka tidak perlu lagi menjadi pekerja di luar negeri (TKI), atau mencari peruntuan lain di luar daerahnya. Kehadiran negara dan struktur pemerintahan dari atas sampai ke bawah itu harus nyata. Semua harus difasilitasi. Masyarakat Desa pasti dengan sendirinya akan berubah karena perubahan di Desa secepat perubahan di Kota-kota.

Akses Teknologi sangat berperan, bukan menjadi barang mewah lagi. Tukang sayur saja punya gatget 4G, bahkan seorang mandor untuk berkoordinasi bisa lewat aplikasi video call.

Nah, inilah uraian potensi Desa di masa depan akan terus bertumbuh, berkembang dan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi skala nasional. Semua harus bersama-sama ikut memikirkan. Kita didik generasi muda melalui karang taruna, organisasi pengusaha, organisasi keagamaan untuk mengajak, menanamkan, sekaligus menebar kebanggaan. Bahwa orang Desa dan perkotaan sama. Yaitu, juga menjadi penopang pertumbuhan perekonomian nasional.

REKOMENDASI:  Menkeu Dorong Ekonomi Islam, Rocky: Disingkirkan secara Politik, tapi Dirangkul demi Ekonomi

Saya mengajak kita semua, untuk melihat Desa sebagai pemerintahan yang utuh, merupakan pilar ekonomi utama bagi bangsa Indonesia. Semoga.

(red/rls/***)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here