Mancing saat hujan, bocah 13 tahun tewas tersambar petir

0
96 views
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID– – Orangtua dan warga satu kampung di Batu Ampar, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng Bali tak kuasa menahan tangis melihat jasad Kadek Sudiadnyana saat dibopong ke rumahnya.

Bocah 13 tahun ini ditemukan tewas terkapar diduga disambar petir saat mancing ditegalan, Kamis (16/11).

Informasinya, hujan gerimis yang tidak henti sejak pagi hari memaksa korban yang duduk di bangku kelas 7 SMP ini pergi memancing sekitar pukul 15.00 WITA.

Dia menggunakan ban mobil sebagai pelampung untuk menuju ke tengah laut memancing cumi-cumi di teluk Banyuwedang.

Saat itu, korban tidak sendiri tetapi bersama temannya Kadek Suastika alias Koko (16) warga Desa Pejarakan yang juga merupakan siswa SMK di Desa Sumberkime.

Menurut rekannya sekitar pukul 15.30 WITA, petir menggelegar keras. Saksi memang tidak melihat langsung petir mengarah ke korban. Namun saat itu dirinya berteriak memanggil tetapi tidak ada jawaban.

Saat dihampiri korban sudah bau angit dan lemas tidak bernyawa masih mengapung di atas ban. Koko yang shock langsung meminta pertolongan nelayan setempat dalam suasana hujan deras.

Korban menderita luka bakar pada telinga, pipi, dan badan bagian kanan. Korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas desa setempat. Namun sayang, nyawa bocah itu sudah tidak tertolong.

“Waktu itu dia (Korban Sudiadnyana, red) langsung terlentang diatas ban yang dijadikan pelampung. Langsung saya membawa ke pinggir, dan korban sempat diberi pertolongan oleh pegawai Resort, tapi korban tidak sadar,” ungkapnya.

Dikonfirmasi Kasubag Humas Polres Buleleng, AKP. Nyoman Suartika mengatakan, anggota Polsek Gerokgak sudah mendatangi lokasi serta meminta keterangan sejumlah saksi-saksi.

“Korban meninggal karena disambar petir saat memancing. Awalnya, korban pergi memancing bersama temannya, dalam kondisi hujan disertai petir, nah saat mereka asyik memancing tiba-tiba petir menyambar korban Sudiadnyana. Korban sempat diberikan pertolongan, tapi nyawanya tidak tertolong,” jelas Suartika, Kamis (16/11) petang.

REKOMENDASI:  Masjid Muhammadiyah Dibakar, Komnas HAM Desak Polisi Beri Penjelasan

Kini jenazah korban sudah ada di rumah duka, untuk dilakukan persemayaman. Mengingat, cuaca saat ini sedang musim hujan lebat, dan terkadang disertai dengan petir dan angin kencang. Untuk itu masyarakat dihimbau, agar tetap berhati-hati saat melakukan aktivitas ataupun berpergian, demi keselamatan bersama.

(mdk/rzk)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here