Rumah Radio Bung Tomo Disegel

0
46 views
V I S I T U T A M A

Reporter: Bahudin Mudhar/Visit.co.id

VISIT.CO.ID (Surabaya) —Diawali dengan kumandang lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Yanto, Ruang sidang Cakra pagi itu, Kamis, 9 November 2017, Jam 10.30, terasa khidmad dan hening sesekali dipekikkan teriak merdeka, Arek Suroboyo melawan penindasan.

Puluhan aktifis yang berasal dari buruh, pemuda, mahasiswa dan professional mengawal sidang gugatan penghancuran Rumah Radio Bung Tomo, yang dulu merupakan markas pergerakan arek arek Suroboyo dan radio pemberontakan.

Dalam sidang tersebut, Pihak tergugat Jayanata dan Walikota untuk ke empat kalinya kotidak hadir dalam persidangan. Walikota hanya diwakili oleh pegawai dari biro hukum.

Dalam sidang itu terjadi perdebatan antara pihak penggugat dengan tergugat berkaitan dengan kesiapan mediasi dan mediator. Pihak tergugat mengajukan nama nama mediator. Kesiapan yang penggugat tentang pembiayaan tapi pihak tergugat memahami kesiapan sebagai kesiapan membangun. Pemahaman kesiapan membangun itulah yang kemudian ditegur oleh majelis hakim. Perwakilan dari pemkot diingatkan bahwa kita belum sampai pada pembahasan pembangunan, proses sidang ini masih mediasi. Sidang ditutup dengan kesepakatan pihak menggugat mengkomunikasikan siapa mediator yang ditunjuk. Pihak penggugat mengajukan Prof. Soeparto Wijoyo dan Prof Agus dari fakultas hukum unair. Pihak tergugat menyetujui dan tinggal mengkomunikasikan. Sidang dilanjutkan Kamis depan, tanggal 16 November 2017

Setelah melakukan persidangan dan ditutup dengan nayian lagu padamu negeri dan berdoa untuk keselanatan Surabaya, massa aksi bergerak menuju Rumah Radio Pemberontakan Radio Bung Tomo, Jalan Mawar 10.

Sesampainya dijalan mawar, massa aksi lalu bernegosiasi dengan pengamanan dan pengawas pembangunan di Mawar 10. Massa kemudian meminta para pekerja untuk segera berhenti, karena area ini masih dalam sengketa dan akan digunakan sebagai sita jaminan sengketa. Sehingga aktifitas apapaun diarea ini dianggap melawan hukum dan bisa dipidanakan. Okky Suryatama, Pengacara Rumah Kemaslahatan Indonesia sebagai kuasa hukum KBRS mengatakan ” Area ini masih dalam sengketa di pengadilan dengan no register 735/Pdt.G/20017/PN. Sby, Tertanggal 19/9/2017, Sehingga aktivitas apapun ditempat ini”. Agus, Pengawas pembangunan ditempat itu dan mengatakan : ” Saya mengerti dan artinya kami tidak boleh ya mengadakan pembangunan ditempat ini? “. Okky menjawabnya ” Kami akan laporkan ke kepolisian, bila kami temukan ada aktifitas pembangunan. Aksi diakhiri dengan pemasangan segel terhadap area Rumah Radio Bung Tomo, Jalan Mawar 10.

REKOMENDASI:  Habib Hayqal Serukan Hapus Aplikasi TikTok: Joget TikTok Maksiat, Malu!!!

(rud/fer)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here