V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan memetakan daerah mana saja yang cenderung rawan dalam pelaksanaan Pemilihan Umum berdasar pengalaman sebelumnya.

Kalau indeks kerawanan itu, kami melihat dari tiga dimensi. Dimensi penyelenggara, dimensi kontestasi dan dimensi partisipasi. Masing-masing dimensi ini nanti akan menentukan variabelnya seperti apa,” kata Angggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo, di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Selasa (24/10).

Dia mencontohkan kerawanan di daerah Jawa Timur. Belajar dari pengalaman Pemilu sebelumnya, Bawaslu akan berusaha maksimal untuk meminimalisir gangguan agar tidak terulang kembali.

“Berdasarkan pengalaman lima tahun sebelumnya, misalnya di Jawa Timur pernah terjadi konflik di dalam pelaksanaan Pemilu. Itu tentu menjadi hal yang menjadi perhatian kami agar tidak terulang,” tuturnya.

Terkait indeks kerawanan pada Pilpres 2019, Dewi mengatakan masih dalam tahapan penjajakan dan penelitian dari beberapa universitas serta Lembaga Sosial Masyarakat.

“Kami masih fokus pada pelaksanaan Pilkada 2018, karena ini kan sudah di depan mata. Sementara untuk Pileg dan Pilpres masih dalam tahap penyusunan dan penelitian dari pihak-pihak yang kami ajak untuk bekerjasama,” ungkapnya.

[ald/rmlp

REKOMENDASI:  Gelombang Penolakan Istri Bupati Sumenep Berlanjut, Aktivis GPMD Ancam Demo
STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here