APMS dan Pemkab Diduga Kongkalikong Soal BBM

0
65 views
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID– Kekecewaaan Masyarakat Rote Ndao, dengan hadirnya APMS Niti Susanto Kupang sebagai perwakilan dari Pertamina Kupang Propinsi Nusa tenggara Timur (NTT) menuai kritikan dan kekecewaan atas management dan kinerja APMS Niti yang diduga hadir di Rote Ndao hanya berspekulasi dan kuat duagaan ada permainan antara pihak APMS Niti Susanto dan Pemerintah Rote Ndao (kong kalikong)

Hal ini disampaikanWarga Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao,Junus Pani. terhadap pembangunan APMS Niti Susanto di Rote Ndao bagi penglihatannya sendiri tidak berada di lokasi mana karena tidak terlihat bahkan terpampang di negeri terselatan indonesia ini yakni Kabupaten Rote Ndoa.

Menurut Junus, sebagai warga Negara Indonesia dan khusunnya berdomisili di Kabupaten Rote Ndao, untuk Niti Susanto dalam pengelolahan Management APMS harus segera dirubah jangan berspekulasi dengan masyarakat di Rote Ndao.

Dugaan yang terkuak bahwa ada kong kalikong antara Pemerintah kabupaten Rote Ndao dengan APMS sehingga kuota BBM yang masuk melalui APMS Niti Susanto tidak sesuai dengan standarisasi harga subsidi masyarakat dari pertamina, pihaknya menilai bahwa lemahnya pemerintah daerah melalui dinas terkait sangat lemah dalam pengawasan dan pelayanan terhadap masyarakat rote ndao,Cetus Junus Pani ketua Ampera Nusra ini

Pani menghimbau Pemerintah Daerah agar mendesak para APMS yang berspekulasi dalam penyelewengan BBM bersubsidi di Rote Ndao ini, demi kepentingan pribadi dan kelompok tertentu sedangkan pemerintah pusat telah membiayai BBM Bersubsidi untuk membantu masyarakat ekonomi rendah, bukan bagi konglomerat di Rote Ndao.

“BBM bersubsidi diperuntukan bagi masyarakat ekonomi lemah bukan untuk pembesar, karena negara biayai untuk membantu meningkatkan kehidupan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya. Bukan bagi pribadi dan kelompok tertentu,” tuturnya.

REKOMENDASI:  "Jumhur Hidayat: Kebijakan TKA Sontoloyo!"

Terlintas dalam agenda Negara melalui Program Nawacita salah satunya dengan adanya pemerataan harga BBM dari ujung Niangga samapai ujung Rote Ndao, untuk peningkatan dan membantu masyarakat yang sumber hidupnya masih berkategori menengah ke bawah,

“ Seharusnya pihak penegak hukum harus menelusuri lebih jauh dan dalam terkait tidak dibangunnya APMS Niti Susanto di Rote Ndao, karena sudah belasan tahun lamanya Distributor BBM terbesar dengan Maksimum kuota perbulan, 320.000 Ton dikemanakan sehingga setiap harinya kios-kios APMS Nitti Susanto tidak melaukan pelayanan publik terhadap masyarakat penguna BBM, baik bensin, solar dan minyak tanah tapi terlihat dan tidak jauh dari pandangan selalu close Door (tutup Pintu),”kesal Junus Pani.

Lebih Lanjut, seharusnya perpanjang tangan APMS Niti Susanto kabupaten Rote Ndao,Martenje suwongto,harus bertanggung jawab penuh terhadap masyarakat, kuat dugaan BBM tersebut digunakan secara individu untuk kepentingan pribadi sang kontraktor ternama di daerah rote ndao ini, dan dugaan pihaknya tidak menggunakan BBM Industri untuk kepentingan proyeknya

Junus meminta Pertamina Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), bertanggung jawab jangan terkesan membisu dan membutakan mata. Harus bertanggung jawab dalam persoalan BBM bersubsidi, di kabupaten Rote Ndaokarena sesuai dengan ijin yang dikeluarkan itu adanya pengontrolan dari Pihak pertamina terhadap penyaluran, pendistribusian dan dampak asas manfaatnya

Bagi Pihak penegak hukum juga harus menelusuri persoalan ini di kabupaten rote ndao, agar BBM bersubsidi jangan habis menguap ditanga –tangan orang yang tidak bertanggung jawab dan melihat kehidupan masyarakatnya.pungkasnya

Secara terpisah Martenje suwongto, perpanjang tangan dari APMS Niti Susanto Kupang NTT, di kabupaten Rote Ndao yang ditemui Wartawan Kamis, 1 juni 2017 dikediamannya kota baa yang hendak siap mengendarai mobil pribadi bernomor polisi L.1095WD ini mengatakan terkait pembangunan APMS di Rote Ndao, bahwa urusun pembangunan dipertanyakan saja ke Toko Piet Kupang, pihaknya hanya sebagai perpanjang tangan saja lebihnya tidak tahu.

REKOMENDASI:  Dua APMS Sumenep Terancam Dilaporkan

Lanjut Martenje, bahwa bangunan yang sementara berada diDusun mbiu anak, Rt 0, Rw 01 Desa Sanggaoen,Kecamatan Lobalain,itu sudah sejak tahun 2015 lalu namun belum ada tindak lanjut dari Niti Susanto sebagai pihak pemilik, terkait dengan penyaluran BBM bersubsidi bagi masyarakat Rote Ndao tidak begitu normal karena sang pemilik sudah mengalami kondisi yang memperhantikan (kondisi tidak stabil), dan sementara komunikasi pihaknya terhadap Niti Susanto sudah tidak efektifs erta penyaluran BBM tidak lancar.

Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil Menegah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rote Ndao, Eduard Ndolu,SH yang dikonfirmasi Zonalinenews kamis, 1/6/2017 Pukul 09:18 Wita dibilangan Baa-Rote Ndao, mengakui bahwa APMS Niti Susanto dalam keadaan aktif pelayanan BBM bersubsidi tapi kenyataan terbalik untuk dua bulan terakhir APMS tidak ada pelayanan sambil di yakini sang kadis UMKM Perindag Rote Ndao, untuk BBM tidak ada kelangkaan. Sambil mengarahkan Awak Media tanyakan ke Martenje Suwongto.

Eduard Ndolu,SH mengakui untuk bulan berjalan Mei-Juni kuota BBM bersubsidi melalui APMS Nitti Susanto di Kabupaten Rote Ndao, setiap bulannya mendapat jatah penyaluran sebesar, 320.000 Ton (tiga Ratus Dua Puluh Ribu). Dan untuk Rote Ndao tidak ada kelangkaan karena Kuota 320.000 ton itu mencukupi kebutuhan masyarakat kabupaten Rote Ndao, sambil meningalkan Zonaline News dengan Mobil Dinas Rush bernopol 10G.

Pantauan Media ini pada lokasi pembangunan APMS Nitti Susanto yang telah dibagun pada tahun 2015 lalu tidak ada lanjutan pembangunan namun telah dibangun kios BBM di depannya untuk menyalurkan BBM bersubsidi tapi selalu diamati tertutup pintunya dan tidak ada pelayanan BBM bersubsidi bagi masyarakat Kabuapaten Rote Ndao, namun Kadis UMKM Perindag Rote Ndao,Eduard Ndolu,mengatakan bahwa APMS Niti Susanto dalam pelayanann dan penyaluran BBM bersubsidi bagi masyarakat.

REKOMENDASI:  Dr. Rizal Ramli Singgung Soal Social Security Sytem

Hingga dengan berita ini dipublikasikan, APMS Niti Susanto Kupang dan Pertamina Kupang Nusa tenggara Timur (NTT) belum berhasil dikonfirmasi Zonaline News.

(*Riyan Tulle)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here