Kades Ikbal Ditahan dan Dipecat Gara-Gara Raskin, Rastra Hilang 40 Sak Siapa Menyusul?

0
38 views
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID– Pemberhentian Kepala Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, M. Ikbal, tinggal menunggu waktu.

Saat ini, proses pencopotannya sebagai Kades tinggal menunggu surat keputusan (SK) Bupati.

Koordinator Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Pardi mengatakan saat ini salinan putusan dari Pengadilan Tipikor Surabaya telah diterima oleh pemerintah daerah setempat

Menurutnya, bagian Hukum (Setkab Sumenep) tidak bisa memproses pemberhentian Kades Guluk-Guluk karena belum ada salinan putusan. “Saat ini salinan putusan sudah ada dan sudah kami lampirkan, hanya menunggu surat keputusan Bupati terkait memberhentian kades,” katanya.

Dia menambahkan terkait pergantian antar waktu (PAW) pihaknya belum bisa memastikan. Kerena PAW tergantunga kesiapan desa. Menurut aturan bisa dilakukan apabila sisa masa jabatan lebih dari satu tahun sejak pengangkatan Penanggungjawa (Pj).

“Saat ini posisi kades diganti Pj untuk melanjutkan pemerintahannya,” ucap Pardi.

Saat ini untuk melanjutkan kepemimpinannya ditingkat desa, pemerintah daerah telah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Desa (Sekdes).

Plt Sekdes dijabat oleh pegawai negeri sipil dari Pemerintah Kecamatan Guluk-Guluk
“Terkait PAW kembali terhadap kesiapan di desa, mau ikut pilkades serentak atau akan melakukan PAW,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kades Guluk-Guluk M. Ikbal divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Tipikor Surabaya, karena terbukti melakukan korupsi bantuan beras untuk warga sejahtera (rastra) atau raskin.

M. Ikbal juga dikenakan denda sebesar Rp 50 juta subsider kurungan dua bulan penjara. Selain itu juga mengganti kerugian negara kurang lebih Rp 253 juta. Namuan, saat ini Ikbal dikabarkan telah menghirup udara segar setelah menjalani hukuman di Rutan Kelas IIB Sumenep.

Terbaru, Rudi salah satu staf Camat Guluk-Guluk Sutrisno mengungkap adanya dugaan rastra atau raskin hilang di balai desa setempat. Hal inilah yang membuat kalangan aktivis di Sumenep segera mengusut tuntas siapa pelaku termasuk dalang dari raibnya beras untuk warga miskin tersebut.

REKOMENDASI:  Kondisi Pulau Giliiyang Sumenep Jawa Timur

(Pnj/fnc/fer)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here