FPM Tuding Menteri Susi Hianati Petani Garam

0
94 views
V I S I T U T A M A

Jakarta (VISIT.CO.ID) – Massa yang tergabung dalam Front Pemuda Madura (FPM) menuding Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti gagal melindungi nasib petani garam di Indonesia. Karena Susi memberi lampu hijau impor garam melalui Kementrian Perdagangan (Kemendag).

Tudingan itu disampaikan dalam aksi demonstrasi di depan Gedung KKP JL. Merdeka Timur, Jakarta Pusat pada Rabu (02/08/2017) siang. Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan ‘Menteri Susi Ratu Pencitraan.

“Susi Pudjiastuti ratu pencitraan hanya berani bakar-bakar kapal. Susi justru memberi karpet merah pada mafia garam untuk berpesta. Susi dan bawahannya tak pernah mempunyai data akurat berapa kebutuhan garam nasional. Susi tak punya program prioritas untuk membina petani garam,” kata Asep dalam orasinya.

Asep juga menuding Susi tidak lebih baik dari menteri-menteri sebelumnya yang tegas menolak impor garam agar garam dalam negeri dapat terserap untuk memenuhi kebutuhan garam nasional.

“Susi dengan sengaja membunuh petani garam Indonesia. Di tangan Susi, petani garam hancur,” tegas Asep dengan nada lantang disambut teriakan ‘Susi Ratu Pencitraan’ oleh massa.

Berdasarkan pantauan KotenBerita.com, sempat terjadi aksi dorong-dorongan antara massa FPM dengan aparat kepolisian yang sedang berjaga. Karena massa memaksa masuk ke depan ruang kerja Susi untuk menaburkan garam sebagai simbol kegagalan Susi dalam melindungi nasib petani garam di Indonesia.

Setelah itu, massa long march menuju Gedung Kementrian Perdagangan di JL. Ridwan Rais, Jakarta Pusat. Massa kembali berorasi dan menaburkan garam di halaman Gedung Kemendag.

“Ia (Menteri Perdagangan) berdarah dingin dan membunuh nasib petani garam. Kami mencurigai, ada cipta kondisi yang di dukung mafia pangan untuk membuat garam langka. Masuknya garam impor, sama saja kemenangan bagi para mafia garam,” kata Asep.

REKOMENDASI:  Skandal PBB Gratis, FPM Akan Laporkan Bupati Sumenep ke KPK

Asep menambahkan, keputusan Mendag untuk melakukan impor garam sebesar 75 ributon merupakan pukulan telak bagi petani garam dalam negeri. Alasan kelangkaan garam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sengaja dibuat-buat oleh oleh Mendag, kata Asep.

Pasalnya menurut Asep, jika ditelusuri di sentra-sentral garam seperti Pulau Madura, Lombok, dan Cirebon banyak garam petani yang belum terserap.

“Fakta ini mempertegas Menteri Perdagangan bertindak sebagai sales importir garam. Tidak mewakili kepentingan bangsa. Enggartiasto Lukita (Mendag) sengaja menjadi fasilitator kejayaan mafia garam,” tegas Asep dengan nada berapi-api.

Asep juga menuding Direktur Utama (Dirut) PT Garam, Doly Pulungan dan Direktur Produksi sebagai pihak yang harus bertanggung jawab terhadap kelangkaan garam di Indonesia. Asep juga membeberkan, saat baru diangkat sebagai Dirut PT Garam, Doly sengaja bertemu dengan para calon importir garam di Surabaya.

“Dirut PT. Garam layak dinobatkan sebagai boneka mafia dengan nama tenar pernah disebut dalam release Panama Papers. Demikian juga Direktur Produksi PT. Garam, telah gagal meningkatkan jumlah produksi. PT. Garam gagal menjadi perusahaan penyangga kebutuhan garam nasional,” demikian tukas Asep. (*/Red/Fat)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here