Kadin Dorong Wisata Budaya

0
98 views
Salah satu Wisata Seni Budaya Di Bali/NET
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan mendorong pengembangan wisata budaya di Indonesia. Kadin menilai, wisata budaya memiliki potensi yang sangat besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman).

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Berbasis Budaya, Putri Kuswisnu Wardani, mengatakan, budaya menjadi daya pikat utama dalam sektor pariwisata Indonesia. Menurut dia, 65 persen wisman datang ke Indonesia karena tertarik dengan budaya Indonesia.

Putri mengungkapkan, faktor keindahan alam juga menjadi alasan kedua wisman datang ke Indonesia. “Jadi, wisman yang datang ke indonesia ingin melihat budaya indonesia dan bonus keindahan alam yang indah,” ujarnya.

Dia mengatakan, industri budaya sudah sepantasnya mendapat perhatian lebih untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisman. Apalagi, setiap wilayah di Indonesia memiliki karakteristik budaya yang spesial dan dapat memberi pengalaman berbeda bagi para wisman.

Menurut dia, wisata budaya dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman di Indonesia. Sebab, wisman akan cepat bosan jika sekadar menikmati pemandangan alam. Kondisi tersebut bahkan dia alami saat mengunjungi Maladewa yang terkenal dengan keindahan lautnya. “Saya juga sudah ke sana (Maladewa). Hari pertama senang menikmati pemandangan alam lautnya yang luar biasa indah. Tapi, besoknya mulai bingung mau ngapain,” ujarnya.

Sementara di Indonesia, kata dia, wisman bisa menikmati wisata kuliner, melihat kerajinan tangan di pasar, dan mencoba spa tradisional. Bahkan, kata dia, hampir semua terapis di Maladewa berasal dari Indonesia. “Jadi, memang ini yang menjadi kelebihan kita,” kata dia.

Ada banyak produk budaya Indonesia yang dapat dimanfaatkan. Beberapa di antaranya adalah jamu dan minuman tradisonal, kain tradisonal, kosmetik dan spa/holistik kesehatan, kerajinan tangan tradisional, makanan dan kuliner tradisional, pengobatan tradisional, serta seni dan budaya tradisional (seni musik, seni tari, seni rupa dan seni teater).

REKOMENDASI:  Foto "Makan Siang di Gedung Pencakar Langit" Masih Misteri

Ia pun berharap, perhotelan dan restoran yang ada mulai memanfaatkan kekayaan budaya tradisional dengan melibatkan usaha-usaha kecil menengah.

“Hotel bintang mungkin memang harus tetap memenuhi standarnya, tapi akan lebih bernilai pula bila kita menonjolkan apa yang Indonesia miliki,” katanya.

Dalam acara rakornas ini, Kadin melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang diwakili oleh Hariyadi Sukamdani. Kedua belah pihak sepakat untuk melakukan pemanfaatan dan penggunaan produk usaha berbasis budaya, yakni produk yang mempunyai nilai budaya Indonesia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana mengatakan, sektor pariwisata telah diakui sebagai sektor yang bisa meningkatkan perekonomian suatu negara. Menurut dia, dari 197 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), 90 persennya telah sadar menjadikan pariwisata sebagai sumber ekonomi.

Di Indonesia, kata dia, pariwisata memberi kontribusi terbesar keempat penyumbang devisa negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata Indonesia pada 2015 tumbuh 7,2 persen atau di atas pertumbuhan pariwisata dunia sebesar 4,4 persen.

Dia berharap, masyarakat Indonesia dapat menjadi duta pariwisata dengan mempromosikan destinasi-destinasi pariwisata di Indonesia melalui media sosial. Apalagi, sangat banyak masyarakat Indonesia yang melek teknologi. “Setiap orang Indonesia harus menjadi duta pariwisata Indonesia.”

I Gde mengatakan, branding wisata Indonesia di luar negeri sejauh ini cukup besar. Sayangnya, hal itu tidak terjadi di Indonesia. Hal itu, menurut dia, karena mahalnya biaya menuju lokasi pariwisata yang ada. Contohnya, warga Jakarta yang ingin berwisata ke Raja Ampat, Papua, membutuhkan biaya yang sama dengan melakukan perjalanan berkali-kali ke Thailand.

“Harga komponen paling tinggi adalah transportasi, saya harap semakin banyak transportasi murah untuk membuat wisatawan lokal bisa melakukan wisata di Indonesia,” ujar dia.

REKOMENDASI:  Direktur Ormas Kemendagri Menutup Acara Kemah Pemuda Gema Banteng Indonesia

Presiden Joko Widodo menargetkan 20 juta kedatangan wisatawan mancanegara hingga 2019. Ia optimistis, pemerintah dapat memenuhi target tersebut.

Apalagi, kini Kementerian Pariwisata tengah mengembangkan 10 Bali Baru, yaitu destinasi prioritas yang diharapkan menjadi tujuan wisata layaknya Bali. 10 destinasi tersebut, yaitu Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang.

Melisa Riska Putri
ROL

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here