Visit Sumenep: Bupati ke Barat, Kadis Pariwasatanya ke Timur?

0
100 views
Bupati Sumenep A.Busyro Karim bersama istri saat blusukan/Istimewa.
V I S I T U T A M A

Oleh: Ferry Arbania/Pimred Visit.co.id
VISIT.CO.ID—Entah apa yang ada dalam benak Sofianto, Kepala Dinas Pariwisata Sumenep ini. Belakangan ini namanya makin tidak menarik dikalangan wartawan, lantaran dua nomor ponselnya sulit dihubungi, meski aktif nyaris tak pernah merespon konfirmasi awak media. Kalaupun ada, mantan Kabag Humas ini terkesan pilih kasih dan apriori terhadap media local.

Hal yang paling menarik untuk dikaji adalah prioritas tujuan pariwasata di Sumenep ini terlihat makin tidak jelas. Kepala Dinas Pariwisata seperti melompat-lompat dan bermain ditengah pro kontra penulisan media online setempat.
Setelah Gili Labak muncer di promosikan media local secara gratis, kini giliran pantai 9 yang juga menyeruak kepermukaan dengan gratis. Anehnya, Kepala Dinas Pariwisatanya malah seperti hendak melupakan jasa besar para kuli tinta local yang selama ini berjuang keras tanpa upah yang memadai.

Sosok Sufianto, dikalangan wartawan bukanlah hal yang aneh. Yang justru aneh, adalah sikap Bupati yang belum juga mencopot pejabat tersebut. Padahal catatan “merah” sudah sering disampaikan oleh kalangan aktivis maupun oleh awak media. Terutama yang berakiatan dengan program Visit Sumenep 2018 yang versi pimpinan media online kian tak jelas.

Parahnya lagi, Kepala Dinas Pariwisata Sumenep seakan telah melupakan pesan-pesan penting Bupati Busyro Karim, yang sejak awal hendak memperioritaskan Pulau Giliyang dengan “Oksigen Terbaik Dunia”. Sebagai Kepala dari Dinas yang dipegangnya, harusnya Sufianto focus pada keinginan bupati yang juga menjadi keinginan masyarakat Sumenep melalui media local yang bertebaran dimana-mana.

Analisa kami, apabila Sufianto gagal menerjemahkan “pesan” Bupati Sumenep yang hendak menjadikan Pulau Giliyang sebagai Destinasi Wisata, maka bukan tidak mustahil, rentetan kepentingan Pemerintah Daerah lainnya juga akan bias.

REKOMENDASI:  Kalau Jokowi Tak Lempar Handuk, Kesehatan Makin Buruk Pemerintah Bisa Ambruk

Lantas apa yang bisa menghentikan kekacauan persepsi tentang Visit Sumenep 2018 ini? Opsinya ada dua. Pertama, ganti kepala dinasnya sesuai dengan yang sering digaungkan kalangan aktivis. Kedua, Gagalkan visit atau tunda hingga 5 tahun mendatang. Ini akan lebih rasional ketika melihat adanya semacam “penghianatan” terhadap media local yang jelas-jelas paling berjasa selama ini dalam mempublikasikan seabrek tempat wisata, yang sebelumnya tidak pernah disentuh oleh dinas terkait dilingkungan Pemkab Sumenep. Semoga tak ada lagi Kepala Dinas yang mendiskreditkan media local. Mudah-mudahan tak ada lagi “titah” bupati yang diabaikan oleh bawahannya. [*]

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here