Video “Kau Adalah Aku Yang Lain” Tim Pembela Ulama Desak Polri Minta Maaf

0
33 views
Azam Khan, Wakil Ketua Umum TPUA (Foto:MaduraExpose.com)
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID—Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA)murka terkait beredarnya video bertajuk “Kau Adalah Aku Yang Lain”, karena dinilai sangat subjektif memojokkan umat Islam seolah-olah intoleran.

Azam Khan,SH Wakil Ketua Umum TPUA yang juga seorang Advokat itu terlihat murka dengan beredarnya film pendek berjudul “Kau Adalah Aku Yang Lain”. Menurutnya, peredaran video bikinan Anto Galon itu dimulai dari akun media sosial Divisi Humas Mabes Polri.

“Dibuatnya video itu seolah-olah dirancang dengan sengaja untuk selanjutnya digambarkan dalam garapan videonya. Dengan tegas kami meminta pihak Polri dan Sutradara pembuat film itu segera meminta maaf dan memberikan klarifikasi terbuka kepada public,”ujar Azam Khan, kepada Visit.co.id di Jakarta, melalui sambungan telpon pribadinya, Rabu 28 Juni 2017.

Advokat yang juga aktif di program Indosia Lawyer Club (ILC) salah satu stasiun telivisi swasta ini menengarai, pembuatan video yang sangat melukai umat Islam tersebut terkesan sarat kepentingan.

Pihaknya bersama deretan Advokat Muslim lainnya, dalam waktu dekat akan segera melakukan langkah-langkah hokum terkait video “Kau Adalah Aku Yang Lain”.

“Jelas video itu telah menimbulkan Sakwa sangka yang sangat menohok dikalangan umat Islam. Kami melihat sudah mengarah kepada hal provokasi dan mengandung ujaran kebencian yang patut disayangkan,” tandasnya.

Apalagi dalam konten video tersebut, lanjut Azam, banyak hal yang melenceng dari fakta. Sangat tidak benar kalau Umat Islam menghalang-halangi orang lain karena beda agama. Apalagi, lanjutnya, jalan yang ditempuh orang sakit dalam video tersebut, merupakan jalan kampong.

“Rutenya bukan jalan umum, tapi jalan kampong dan menurut saya, masih banyak jalan alternative yang bisa ditempuh. Sangat tendensius sekali dalam video itu menggambarkan, seolah-olah orang Islam sangat tidak toleran terhadap agama lain. Ini harus diluruskan,”, imbuhnya menambahkan.

REKOMENDASI:  Ternyata Honorer Cantik Ini Usianya 23 Tahun

Selain itu, Azam Khan menegaskan, tidak benar kalau ada penyebutan pengajian dalam video tersebut. Karena faktanya bukan pengajian atau orang mengaji, tapi hanya orang-orang yang berdzikir.

“Kami melihat penggarapan video ini mengandung unsur ujaran kebencian dan fitnah. Kami akan mengkaji video ini apakah masuk dalam unsure pasal 311 dan Undang-Undang IT soal ujaran kebencian. Namun yang jelas, kami minta pihak Polri segera minta kepada umat Islam berikut sutradaranya,” pungkasnya.

film pendek juara Police Movie Festival IV 2017 itu menggambarkan umat Islam sangat intoleran. Film ini bercerita mengenai adegan sebuah ambulans yang membawa pasien non-muslim ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan, ambulans tidak bisa melewati jalan utama karena jembatan yang hendak dilalui rusak.

Jalan alternatif akhirnya dipilih untuk segera membawa sang pasien yang dalam keadaan kritis mendapat pertolongan dokter. Meski ternyata, jalan alternatif itu sedang ditutup karena ada pengajian yang dilakukan umat Islam.

Di jalan alternatif drama dimulai, antara polisi dan seorang “Mbah”. Si Mbah melarang ambulans lewat karena akan mengganggu kekhusyukan pengajian. Sementara seorang polisi mengeluarkan sejumlah argumen agar ambulan bisa lewat demi kemanusiaan.

Dialog antara Si Mbah dan polisi ini yang kemudian dinilai telah menyudutkan umat Islam.

[rm*/fer]

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here