Ust. H. Suli Daim, Mpd : ” Kuak 3 Jurus Perkuat Bangsa “.

0
88 views
Ust. H. Suli Daim Spd, Mpd. Saat kunker di Eropa, untuk studi banding bidang Pembangunan SDM. (Dok.VISIT.CO.ID)
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID,SURABAYA–Ust. Haji Suli Daim Spd, Mpd di depan ribuan umat Islam yang melakasanakan sholat Idul Fitri 1 Syawal 1438 H di kawasan Raya Dokter Soetomo Kecamatan Tegalsari Surabaya (25/6) ini menguak 3 jurus pasca Ramadhan Dalam Menghadapi Rasa Kebangsaan Indonesia yang cenderung digerus oleh situasi, sistem ekonomi, politik, demokrasi dan hukum.

” Tiga pesan, kiat dan jurus itu meliputi pesan moral atau tadzibun nafsi. Sedang jurus ke dua terkait tata nilai sosialnya dan ke tiga adalah pesan dan peran jihad, ” ungkap Suli Daim yang juga Anggota Dprd Jatim ini.

Mantan guru sd Muhammadiyah di Pucang Surabaya itu mesitir hujjatul Islam Abu Hamid Al Ghazali yang menyebut manusia ini punya 4 sifat.

” Di antarannya, tiga sifat berpotensi mencelakakan manusia dan yang satu potensi menghantarkan manusia ke jalan pintu kebahagiaannya,” tutur Suli Daim dengan lantang sehingga para hadirin bersemangat mendengarkan, pada pagi hari Minggu Legi yang sejuk.

Sebelumnya, tokoh pendidik itu mengutarakan bahwa kaum Muslim selama sebulan shaum Ramadhan menghantarkan ke puncak nilai kemanusiaan yang disebutnya Taqwa.
” Di dalam taqwa inilah terkandujg indikator utama Kemuliaan, Kebahagiaan dan indikator utama Kesejahteraan,” jelas Suli Daim yang mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim ini.

Dalam kesempatan yang sama, Suli yang dua kali di Legislatif dari fraksi PAN menambahkan pula, tiga sifat buruk manusia yang pertama kebinatangan (bahiimah) dan tandanya menghalalkan segala cara demi tercapai tujuannya tanpa rasa malu.

Ke dua, sifat buas (sabu’iyah) tanda-tandanya banyak kedzaliman dan sedikit keadilan. Sehingga tampak nyata yang kuat selalu menang, sedang yang lemah dikalahkan meski benar.” Ke tiga, sifat syaitaniyah yang tandanya mempertahankan hawa nafsu yang bisa menghancurkan martabat manusia. Allahu Akbar,” tandas Suli, sembari mengingatkan pesan Rosullulloh Muhammad Saw bahwa jihad menghadapi nafsu syahwat inilah paling sulit dikendalikan dan dibersihkan.

REKOMENDASI:  Pengamat : May Day Jangan Disusupi Kepentingan Politik

Sedang pesan sosial, menurutnya, kita diwajibkan saling tolong menolong (ta’awun) senyampang perintah al Quran untuk berzakat fitrah bagi 8 kategori sosial sebagai penerimanya. ” Jurus ini punya tujuan keseimbangan, antara si kaya dengan si miskin untuk saling bantu sehingga jurang perbedaan itu tidak disharmoni,” sentil Suli lagi.

Namun Suli Daim pun melemparkan kritik sosialnya kepada Pemerintah yang asal cabut subsidi BBM, dan data kemiskinan secara nadional naik sekutar 14,3%. ” Bahkan di beberapa daerah tingkat kemiskinannya di atas 25%, contoh faktual Kabupaten Trenggalek sekitar 25% dan pendidikan umumnya rendah ditunjang pengangguran tinggi, ” kata Suli dan soal Trenggalek pernah dinyatakan bupatinya sendiri, Emil Dardak belum lama ini di Tv Kompas.

Suli Daim lebih pedas kritiknya dalam khotbah di hari Lebaran 2017 ini, ketika menyingung tata demokrasi dan kepemimpinan, bahwa lahirnya pemimpin dari mulai Presiden sampai Bupati yang terpilih bukanlah yang baik tetapi siapa yang kekuatan modal uangnya besar.

” Itulah jaman kini, bukan utamakan nilai jiwa atau akheratnya, namun duniawi dan keuangannya kuat betul,” sodoknya.

Dan akibatnya, lanjut Suli, salah kaprah. Negara kita tampaknya tidak membangun jiwanya dulu tapi raganya yang didahulukan maka kita ini cenderung kuat duniawi yang sekaligus tidak selaras dengan lirik Lagu Indonesia Raya kita. ” Bangunlah Jiwanya, bangunlah raganya untuk Indonesia Raya, ” pungkas Suli Daim, dalam khotbah Hari Raya kali ini.(mas)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here