Banyak Investor Pariwisata Tergiur Manado

0
97 views
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID–Manado, Sulawesi Utara, semakin ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Manado antara lain mengandalkan wisata bawah laut Bunaken dan Selat Lembeh Bitung. “Akses ke Manado semakin terbuka luas. Atraksinya harus didukung oleh kabupaten lain di Sulut. Amenitas (fasilitas pendukung) inilah yang selama 2016 lalu menjadi bottlenecking,” jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya

Belakangan, Menpar Arief bisa tersenyum. Pasalnya, ada komitmen beberapa investor yang bergerak di bidang properti dan hotel manajemen yang ingin menanamkan modal di sana. Satu problem, amenitas yang selama ini menjadi kendala besar pengembangan destinasi Manado dan Sulawesi Utara, tidak lama lagi akan teratasi. “Kami mengundang para investor yang bergerak di amenitas untuk membangun fasilitas akomodasi di sana,” sebut Arief Yahya.

monumen bergambar peta bunaken di dekat dermaga pantai liang bunaken/Istimewa.

Kabar baik datang dari Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik Kempar Vinsensius Jemadu yang selama ini menangani wisman asal Tiongkok. “Ada investor raksasa Tiongkok yang siap membangun hotel berbintang di Manado. Senin, 20 Februari lalu kami sudah rapat dengan mereka di Gedung Sapta Pesona. Mereka sangat tertarik untuk membangun hotel berbintang di Manado,” terang Vinsensius.

Investor kelas kakap yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata itu adalah Jingle Couch International Hotel.Co.ltd. Di Indonesia, jaringan bisnisnya sudah tersebar di Sulawesi Utara, Papua, Kalimantan Selatan serta Banten. Semuanya perusahaan berukuran besar.

“Jaringan bisnisnya raksasa. Di Indonesia mereka sudah lebih dulu berinvestasi lewat Semen Conch, perusahaan semen terbesar di Tiongkok dan salah satu perusahaan semen terbesar di dunia. Untuk amenitasnya, ada Jingle Couch International Hotel yang akan masuk. Dan mereka serius akan mengembangkan amenitas di Manado,” tambah VJ, sapaan akrab Vinsensius Jemadu.

REKOMENDASI:  Kasawari, Pantai Wisata Kota Bitung

Seriusnya, niatan tadi ditandai dengan kedatangan Managing Director Jingle Couch International Hotel. co. ltd , Ming Zhang Chun, ke Gedung Sapta Pesona, Senin (20/2). Dan kedatangan Ming, disambut Vinsensius Jemadu bersama Ketua Pokja 10 Top Destinasi Kempar, Hiramsyah Sambudhy Thaib.

“Tanggal 25 Februari 2017 langsung dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Olly Dondokambey untuk pembahasan lebih lanjut. Pembangunan amenitasnya akan segera berjalan,” papar VJ.

Menurut VJ, pertumbuhan kunjungan wisman ke Manado naik 300% dalam satu tahun. Namun, amenitasnya masih kurang. Dari data BPS, Sulawesi Utara memang terlihat paling mulus menggaet turis Tiongkok. Bumi Nyiur Melambai ini sudah berhasil mendatangkan lebih dari 25.000 turis dari negeri tirai bambu dalam kurun waktu singkat. Hingga akhir 2016, jumlahnya sudah menembus 30.000. Hingga akhir 2017 diproyeksikan menembus 150.000.

Dukungan akses? Sudah sangat oke. Hingga saat ini, ada tiga maskapai yang melayani penerbangan langsung Tiongkok-Manado. Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya Air. Garuda Indonesia juga merencanakan penerbangan langsung ke Tiongkok, tepatnya Guangzhou-Manado mulai 2017.

“Sekarang tinggal memperkuat amenitasnya saja. Kalau ini jadi, Manado akan makin kuat pariwisatanya. Bahkan setelah Manado, mereka berniat membangun hotel di destinasi wisata lainnya,” ucapnya.

Ketua Pokja Percepatan 10 Bali Baru, Hiramsyah Sambudhy Thaib ikut mempresentasikan 10 titik destinasi unggulan, dari Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika Lombok Selatan NTB, dan Labuan Bajo-Komodo NTT.

Ilustrasi pengunjung tempat wisata/istimewa.

Hasilnya? Ada niatan Jingle Couch International Hotel. co.ltd untuk ikut berpartisipasi membangun amenitas di sejumlah destinasi unggulan di Indonesia. “Mereka tertarik juga membangun amenitas di 10 Destinasi Prioritas. Namun, fokus utama mereka Manado dulu. Modal Manado sudah cukup kuat. Pertumbuhan kunjungan wismannya sangat tinggi, punya atraksi kelas dunia. Terutama Bunaken dengan Wisata Bahari sub Underwater Zone yang sudah terkenal ke mana-mana dengan atraksi bawah laut, terumbu karang dan biota laut,” ungkap Vinsen.

REKOMENDASI:  Tour de Molvccas

(PR/BS)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here