Kisah Warga Raas Tantang Bupati Sumenep

0
73 views
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID-Warga kecamatan Raas Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menantang Bupati dan Wakil Bupati apakah mampu merealisasikan PLTD di daerah dalam program 99 hari kerja. Sebab selama ini mereka mengaku belum tersentuh bantuan pusat listrik tenaga diesel (PLTD) oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Tantangan tersebut dimunculkan lantaran sejak masuknya listrik ke Kabupaten Sumenep, warga pulau Raas, tidak pernah menikmati bantuan PLTD. Padahal pulau lain selain Raas, sudah menikmati bantuan PLTD.

“Hanya pulau Raas yang tidak pernah menikmati PLTD bantuan dari pemerintah daerah. Padahal pulau lainnya sudah pada menikmati bantuan itu,” kata Fauzi Muhfa, tokoh pemuda asal pulau Raas, Kepulauan Sumenep beberapa waktu lalu, tepatnya dihari 99 kerja Bupati dan Wabup Sumenep.

Oleh karenanya pihaknya berharap pemerintah tidak menganaktirikan warga Raas, dan bisa merealisasikan bantuan PLTD. Karena selama ini warga Raas mendapat penerangan dari PLTD yang dikelola oleh swasta, yang bebannya cukup mahal.

Sementara beban biaya penerangan atau listrik yang harus ditanggung warga Raas, untuk satu lampu ukuran 10 wat, biayanya mencapai Rp 50 ribu perbulan. Padahal dalam satu rumah, warga tidak hanya memasang satu lampu saja, melainkan warga menggunakan lampu minimal 3-4 lampu.

Sehingga biaya penerangan yang harus ditanggung warga Raas dalam perbulannya, mencapai Rp 150 hingga 200 ribu. sedangkan untuk TV, pengelola PLTD mematok harga Rp 65 ribu perbulan.

“ini kan sangat mencekik bagi kami, coba kalau ada PLTD pemerintah, mungkin harganya tidak semahal ini,” sesalnya.

Selain itu, fauzi juga menyesalkan sikap pemerintah yang menganktirikan warga Raas, utamanya hal pemberian PLTD. Padahal masalah PLTD menjadi permasalahan yang urgen dalam bidang peningkatan ekonomi masyarakat.

REKOMENDASI:  DKS Mandul, Bupati Semprot Disbudparpora Sumenep

“Terus terang saya katakan, jika pemerintah mau meningkatkan ekonomi masyarakat Raas, gak usah berfikir jauh, cukup sediakan PLTD yang mampu mengcover 7 desa yang ada di Kecmatan Raas. Karena dengan begitu ekonomi masyarakat akan meningkat dengan sendirinya,” bebernya.

Disinggung soal kapan pemerintah harus merealisasikan bantuan PLTD bagi masyarakat pulau Raas, Fauzi meminta secepatnya. Bahkan pihaknya menantang pemerintah (Bupati dan Wakil Bupati) dalam 99 hari masa kerjanya.

“Tidak sulit kan pemerintah merealisasikan PLTD, soal sebelumnya pernah ada wacana anggaran pengadaan listrik untuk warga Raas, tapi belum ada realisasinya, kenapa tidak sekarang aja pemerintah merealisasikan itu,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumenep Bambang Prayogi mengungkapkan, legislatif berencana membangun listrik di Pulau/Kecamatan Raas. Rencana pembangunan akan dimulai pada akhir tahun 2015 setelah pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan selesai.

Bahkan legislator tiga periode tersebut, mengaku sudah melakukan survei lokasi. Tidak hanya itu, anggota DPRD sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan, sudah melakukan penyusunan pengadaan kelistrikan, termasuk soal anggaran yang akan dibutuhkan. Bahkan anggaran awal untuk melakukan survei, menghabiskan anggaran antara Rp 50 sampai Rp 70 juta.

Sementara itu, Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep Abd. Kahir mengatakan sangat mendukung rencana tersebut. Hanya saja dirinya berharap agar rencana tersebut sebelum dianggarkan benar-benar disusun semaksimal mungkin, mulai dari tahap perencanaan sampai dari sisi anggaran.

Namun kabar terakhir pengadaan listrik di pulau Raas ternyata mentah ditengah jalan. Kurang jelas apa masalahnya, namun sesuai kabar yang beredar, pemerintah tidak menggagalkan pengadaan PLTD di pulau Raas, lantaran sudah banyak PLTD yang melayani penerangan di wilayah itu, sehingga pemerintah gagal merealisasikan pengadaan listrik di daerah itu.

REKOMENDASI:  Kapolri soal Polisi Terlibat Narkoba: Kalau Tak Bisa Dibina, Binasakan!

Pantauan dilapangan, Kecamatan Raas memilik 9 desa yang tersebar di tiga pulau, yakni pulau Raas 7 desa, Tonduk 1 desa, dan Gowa-Gowa 1 desa. Sementara PLTD swasta yang ada didaerah tersebut, jumlahnya mencapai 23 PLTD, yang tersebar di Desa Ketupat 5 PLTD, Jungkat 1 PLTD, Kropoh 3 PLTD, Alas Malang 2 PLTD, Karang Nangka 3 PLTD, Poteran 2 PLTD, dan Barakas 5 PLTD.

Sementara PLTD yang ada di dua pulau lainnya, merupakan bantuan CSR dari perusahaan migas, yang beroperasi didaerah itu. Seperti di pulau/Desa Tonduk, PLTDnya didapat dari CSR-nya KEY, sedangkan di pulau/Desa Gowa-Gowa, PLTDnya juga didapat dari CSRnya KEY.

Sehingga jumlah total PLTD yang ada di pulau/Kecamatan Raas berjumlah 23 PLTD, yang ke semuanya bukan bantuan pemerintah. (Din/mmo)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here