Dugaan Korupsi Pengelolaan Museum Pusaka Mencuat

0
89 views
V I S I T U T A M A

KARO – Pengelola Museum Pusaka Karo di Kota Berastagi, Kabupaten Karo diduga melakukan penggelapan dana bantuan hibah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dengan total Rp177.500.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karo Tahun Anggaran (TA) 2016.

Berdasarkan penuturan sumber, Senin (23/1/2017), yakni pekerja di museum tersebut yang meminta agar identitasnya tidak disebutkan, peruntukan dana hibah yang seyogianya untuk penambahan barang di museum pusaka Karo tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.

Menurut sumber, tidak ada sama sekali penambahan barang museum yang dilakukan dari bantuan dana hibah tersebut. Yang ada hanya barang-barang lama sejak museum tersebut dibuka untuk umum pada tahun 2013 lalu.

Sehingga pengadaan barang tersebut diduga fiktif. Bahkan, sebagian barang-barang pusaka merupakan titipan dari masyarakat yang diajukan kembali di proposal bantuan dana hibah.

Direktur Museum Pusaka Karo, Valentinus Ginting ketika dikonfirmasi perihal dana hibah tersebut mengatakan, pihaknya telah menggunakan seluruh dana hibah dengan maksimal.

“Kita terima dana hibah sebesar Rp177.500.000 ada berupa barang, lalu ada sebagian untuk perawatan barang museum dan upah tenaga kerja. Penerimaan dana hibah juga melalui beberapa tahap. Ada tahap pengadaan buku, ada tahap pengecatan, ada tahap pembelian barang pusaka Karo. Keseluruhan dana tersebut semaksimal mungkin kita pakai semua,” tutur Valentinus.

Dirinya juga menampik isu bahwa tidak ada penambahan barang museum menggunakan dana hibah Pemkab Karo tersebut. Adapun rincian penambahan barang museum yang diperlihatkan Valentinus kepada wartawan di antaranya, pengadaan replika benda-benda pusaka Karo sebesar Rp50.000.000, pengadaan vitrime (lemari kaca) 15 unit sebesar Rp30.000.000.

Selanjutnya pengadaan buku penerbitan buku Selayang Pandang Tanah Karo 1.000 eks dengan anggaran Rp20.000.000, pengadaan buku Ensiklopedi Tanah Karo sebanyak 50 eks sebesar Rp7.500.000, Biaya transport dan asuransi benda pusaka Karo dari luar negeri dengan anggaran sebesar Rp15.000.000.

REKOMENDASI:  Dubes Korea selatan Taiyong choiri dengan pontensi kekayaan Indonesia

Kemudian perawatan benda-benda pusaka Karo yang sudah ada sebanyak 500 unit dengan anggaran Rp15.000.000 dan rehap kecil museum sebesar Rp40.000.000.

Sebelumnya menurut sumber, untuk pengadaan replika benda-benda pusaka Karo tidak ada penambahan. Begitu juga dengan pengadaan vitrime (lemari) dan buku ensiklopedi Tanah Karo juga sama sekali tidak ada.

Senada dengan Direktur Museum Pusaka Karo, Kepala Bidang (Kabid) Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo Ester Sinuraya yang dikonfirmasi sebelumnya juga mengatakan bahwa adanya penyerahan barang–barang ke Museum Pusaka Karo.

“Kita sudah serahkan barang-barang untuk Museum Pusaka karo,” capnya singkat.

(kri/sind)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here