Eksotika Borneo perkenalkan dan promosikan budaya Kutai Timur

0
37 views
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID,KUTAI TIMUR – Pelaksanaan kemilau budaya yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Kaltim, menjadi ajang promosi wisata bagi seluruh kabupaten/kota di provinsi ini untuk mengeksplor budaya dan tarian lokal. Sehingga masing-masing daerah bisa mempromosikan kebudayaan yang dimiliki untuk mendongkrak kepariwisataan setempat.

Kutai Timur sendiri menampilkan eksotika Borneo, untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya lokal yang ada di daerah. Salah satunya tarian khas suku Dayak yang ada di Kutai Timur, yakni tari Bangen O Masau (pesta panen raya) yang dibawakan seniman dan seniwati dari Desa Long Pejeng (Kecamatan Busang), Miau Baru (Kongbeng) serta Long Noran dan Desa Juk Ayak (Telen) diiringi sanggar tari Buga Noran asal Kecamatan Telen.

Tampilnya tarian khas Dayak tersebut, menurut Ketua Lembaga Pembinaan Kebudayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur (LPKDKKT), Halidin Katung, untuk melestarikan dan mempertahankan tradisi budaya lokal di Kutim. “Selain itu, juga mempromosikan pariwisata Kutim, khususnya seni dan budaya lokal yang ada, untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” katanya di sela-sela acara kemilai budaya di Samarinda.

Pada acara kemilau budaya se-Kaltim itu, tambah Halidin, setidaknya ada 30 personil yang iktu serta dalam mendukung tarian khas etnis Dayak tersebut. Mulai dari penari, pemusik, pendamping yang mengatur kostum dan sound sistem serta penata rias. Semuanya mempunyai tugas untuk mensukseskan Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam tersebut.

Acara yang berlangsung di Komplek Samarinda Convention Hall Sabtu (24/9), itu, diikuti penari-penari dari kabupaten/kota se-Kaltim. Berbagai tarian dan budaya lokal tampil dengan cukup apik dan memperoleh sambutan antusias penonton.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim Muhammad Aswin mengatakan, target dari penyelenggaraan Festival Kemilau adalah untuk memperkenalkan budaya di masing-masing kabupaten dan Kota yang ada di Kaltim. Kemudian meningkatkan kualitas seni dan budaya dengan penampilan yang atraktif dan lebih baik. “Ini juga menjadi etalase dan miniatur budaya Indonesia yang ada di Kaltim,” terang Aswin.

REKOMENDASI:  Konflik Intan Jaya Mendagri, Menkopolhukam dan Kapolri Diminta Turun Tangan

Dikatakan, melestarikan budaya memerlukan pengorbanan waktu, fikiran, tenaga serta dukungan finansial. Sehingga promosi tentang keberadaan budaya dan seni yang ada di daerah dapat terus berkembang dan terjaga kelestariannya.

(AJ/AJ/MDK)

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here