V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID–Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) disepakati untuk memimpin gerakan perjuangan bersama untuk mengembalikan kedaulatan sepenuhnya di tangan rakyat.

Menurut Ketua Presidium MRI, Yudi Syamhudi Suyuti, kesepakatan yang didasarkan pada persetujuan Presidium Alumni 212 dan juga GNPF MUI dalam Aliansi Sekretariat Perjuangan Bersama itu bukan berarti presidium MRI akan mendominasi kepentingan-kepentingan aliansi.

Menurutnya, aliansi yang terbentuk hanya ingin mengkonkritkan garakan perjuangan bersama. Masing-masing organisasi kata Yudi tetap pada garis perjuangan masing-masing. Melalui aliansi ini kata Yudi, akan ada pencapaian-pencapaian untuk satu tujuan bersama.

“Tujuannya selain mengembalikan kedaulatan sepenuhnya di tangan rakyat, aliansi juga akan bekerjasama untuk mendorong Sidang Istimewa melalui mekanisme konstitusi dan hukum yang berlaku saat ini,” tegas Yudi melalui keterangan tertulis kepada redaksi, Sabtu (3/6).

Presidium MRI, kata Yudi akan berhadapan langsung dengan Rezim Jokowi dan Jaringan kekuasaannya juga para konglomerat taipan.

“Dimana kelompok Jokowi ini telah terdata melakukan kejahatan kemanusiaan terberat untuk memberikan Indonesia kepada Cina melalui proyek-peroyek infrastruktur. Dan sentralnya ada di Reklamasi Jakarta,” tegas Yudi.

Yudi pun menegaskan bahwa Jokowi berikut pembantunya, jaringan kekuasaan dan konglomerat taipan lainnya untuk tidak menggangu ulama, aktivis dan tindakan-tindakan kriminalisasi lainnya untuk para pembela kebenaran.

“Saya minta rezim Jokowi berhadapan dengan saya secara jantan dan saya bertanggung jawab untuk melindungi dan membebaskan para ulama dan aktivis yang dikriminalisasi. Saya telah laporkan ke Komnas HAM, dan kita selesaikan juga di Komnas HAM sampai mendapat rekomendasi menuju Sidang Istimewa,” tegas Yudi.

Tuntutan dan aksi agar negara kembali ke UUD 45 asli dengan memperkuat hak-hak pribumi, cabut Mandat Jokowi sebagai Presiden dan segera bentuk Pemerintahan Transisi menurut Yudi adalah hal yang wajar dalam gerakan yang didirikan oleh rakyat.

REKOMENDASI:  Bupati Anas Raih Social Media Awards

“Saya minta Jokowi gunakan jalur-jalur hukum yang benar, tanpa rekayasa-rekayasa. Saya mengajak anda berperang secara politik, hukum dan diplomasi yang cerdas. Dan saya ingatkan untuk jangan ganggu Tokoh Senior kami Sri Bintang Pamungkas dan Tokoh-Tokoh aliansi lainnya,” tantang Yudi.

[san/rmol]

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here