Azam Khan, SH, Tim Kuasa Hukum Habib Rizieq [Istimewa]
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID—Buntut penetapan tersangka terhadap Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, telah memicu amarah kalangan umat Islam di Indonesia, karena oleh tim kuasa hokum nya dinilai aneh, salah satunya berupa barang bukti yang dimiliki polisi didapatkan secara illegal.

Habib Rizieq dijadikan tersangka dalam kasus dugaan chating berkonten pornografi pada Senin, 29 Mei 2017 lalu.

Hal itu disampaikan Azam Khan,SH, Wakil Ketua Tim Kuasa Hukum Habib Rizieq asal Kota Sumenep, dalam rilisnya yang diterima Visit.co.id Jum’at dini hari, (02/06/2017).

Azam yang juga ditunjuk sebagai Ketua Non Litigasi ini mengaku akan melakukan audiensi dengan para petinggi negeri ini.

“Kami sebagai Tim pembela ulama dan aktifis, kebetulan saya tim lawyernya dan ketua non litigasi untuk menghadap audensi kepada Komnas HAM, Menhan, sampai tingkat presiden jika diperlukan,” ungkap Azam Khan, kepada Redaksi Visit.co.id.

Sebelumnya, anggota Tim kuasa hokum Habib Rizieq lainnya, Kapitra Ampera justru mempertanyakan argumentasi hukum penyidik, bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah diperoleh alat bukti yang cukup.

Menurut Kapitra, adapun bukti yang dapat digunakan untuk penetapan tersangka, harus diperoleh dalam hal dan menurut cara yang ditentukan Undang-Undang. Pasca Putusan MK No. 21/PUU-XII/2014, frasa “bukti”, “bukti permulaan”, “alat bukti” dianggap sama dan dimaknai dengan minimal 2 alat bukti.

keterangan saksi yang diperiksa yaitu Firza Husein (yang juga menjadi tersangka), Muchsin Alatas, dan Fatimah (Kak Emma) telah membantah pengetahuannya tentang tuduhan tersebut.

“Bahkan, Fatimah menyatakan bahwa ia ditekan secara psikologis dan digiring oleh penyidik untuk mengakui apa yang dituduhkan terhadap Habib Rizieq. Lantas keterangan saksi mana yang dijadikan dasar alat bukti bagi penyidik dalam menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka?” tanya Kapitra.

Habib Rizieq bersama jutaan umat Islam dalam aksi bela Islam/Istimewa.

Bukti selanjutnya yang digunakan oleh penyidik,lanjut Kapitra berupa chat yang diduga berkonten pornografi. Bukti foto dengam tampilan screenshot yang diduga merupakan percakapan antara Habib Rizieq dan Firza Husein tersebut telah dibantah dengan tegas oleh yang bersangkutan dan disebut merupakan rekayasa.

REKOMENDASI:  Wisata Religi Makam Ki Ageng Bungkul

Maka ditekankan Kapitra, asli ataupun tidak asli, bukti yang disodorkan penyidik, menurutnya merupakan alat bukti yang tidak sah karena diperoleh dengan cara yang tidak legal. [dbs/fer]

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here