“Gagal Visit” Sumenep 2018 Versi Mahasiswa

0
100 views
V I S I T U T A M A

VISIT.CO.ID– Masih ingat aksi sekelompok aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam tiga lembaga taktis baru-baru ini?

Mereka berunjuk rasa menuntut Sufianto, Kepala Disbudparpora Kabupaten Sumenep mundur dari jabatannya karena dinilai gagal mengemban tanggung jawab dalam mengawal Visit Sumenep 2018 mendatang.

Indikator kegagalan itu versi mahasiswa pengunjuk rasa, terlihat dari lemahnya perencanaan (masterplan) dan keterlibatan warga disekitar destinasi wisata yang sangat minim.

Adapun tiga organisasi aktivis mahasiswa yang sempat turun jalan turun jalan pada Kamis 19 Januari tersebut, yakni aktivis Gempar, Laksamuda, dan Gempar Sumenep, Madura Jawa Timur.

Mereka berunjuk rasa ke Kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) setempat dengan sejumlah tuntutan kepada mantan Kabag Humas Protokol Pemkab Sumenep, Sufianto.

“Visit Sumenep 2018 terancam hanya menjadi cita-cita kosong. Karena Disbudparpora tidak bertanggung jawab dan tidak serius mengawal program itu,” ujar Bisrie Gie, Koordinator aksi.

Hasil investigasi yang dilakukan aktivis mahasiswa, lanjut Bisri, pihaknya menemukan banyak kejanggalan yang menjadi indikator gagalnya Visit Sumenep 2018.

Pihaknya mencatat ada beberapa point penting yang mengindikasikan kegagalan Disparbudpora Sumenep dalam menjalankan amanah dan tanggung jawabnya.

“Terutama masalah design dan perencanaan program yang amburadul dan bahkan tidak fokus”, tandasnya menambahkan.

Salah satu rangkaian aksi Mahasurya di Sumenep/Istimewa.

Tak hanya itu, Disbudparpora Sumenep dibawah kendali Sufianto dianggap gagal tak hanya dalam masalah planing, akan tetapi,lanjut Bisrie, mantan penyiar radio tersebut dianggap tidak mampu membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat sekitar tempat wisata.

“Disbudparpora Sumenep telah gagal membangun penyedia jasa kepariwisataan dikalangan masyarakat sekitar tempat wisata. Dia juga abai dalam penyelamatan destinasi wisata lainnya seperti ini cagar budaya”, imbuhnya dilansir Visit.co.id.

REKOMENDASI:  4 Tersangka Penangkapan BBM solar Gresik Putih Wajib Lapor

Melihat banyaknya tanggung jawab yang disinyalir tak bisa dijalankan dengan baik, aktivis mahasiswa yang tergabung dalan Gempar, Mahasurya dan Laksamuda itu menuntut Sufianto segera mundur dari jabatannya.

“Sebaiknya Kepala Disparbudpora Sumenep mundur dari jabatannya dan meminta Pemkab segera merombak struktur birokrasi diinternal dinas itu”, paparnya lagi menandaskan.

Sementara Kepala Disparbudpora, Sufiyanto yang saat itu menemui langsung pengunjuk rasa justru mengaku bingung.

“Kami tidak mengerti, tudingan program amburadul itu yang mana? Program yang kami ajukan itu berdasarkan RPJMD, dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya seperti dilansir sejumlah media setempat. (*)

Editor/Redkatur: Ferry Arbania
Sumber:Dari berbagai sumber.

STOP BACA BERITA SAAT ADZAN BERKUMANDANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here