VISIT.CO.ID, SURABAYA- Dugaan banyaknya oknum yang memiliki kepentingan dalam beroperasinya Perjudian dan prostitusi stasiun Wonokromo Surabaya menjadi penyebab penyakit masyarakat itu masih berani menggelar judi dan prostitusi semakin terang-terangan.

Tidak hanya adanya oknum dari TNI, Polri dan Satpol-PP pihak stasiun Wonokromo dituding menyewakan lahan untuk akses dan aktifitas tempat perjudian, prostitusi yang sudah puluhan tahun berkiprah menggelar penyakit masyarakat.

Sumber media berita-rakyat.co.id membongkar secara terang-terangan, terkait sewa menyewa lahan sepanjang bantaran rel kereta api stasiun Wonokromo Surabaya itu memang bukan kabar yang baru.

“Paska viral diberitakan dimedia, hanya beberapa hari perjudian di stasiun Wonokromo tutup, namun bandar tersebut buka agak larut malam. Yang biasanya buka jam 21.00 Wib kini buka pukul 23.00 Wib malam hingga tutup pukul 03.00 pagi dini hari.” Ujar sumber (15/10/19), yang mewanti-wanti namanya enggan disebutkan.

Dirinya juga menyebutkan, kerapnya digerebek sama pihak kepolisian dan berani buka lagi ada penyebabnya. Adanya sewa menyewa lahan kepada pihak stasiun Wonokromo oleh bandar membuat lahan tersebut dimanfaatkan untuk Aktifitas yang salah.

“Kabar pihak bandar dan pengelola prostitusi menyewa lahan itu memang terdengar sejak dulu, dahulu lampu sekitaran bantaran rel kereta api stasiun wonokromo menyala. Namun sejak adanya perjudian dibuka lampu tersebut mati. Itu suatu bukti jika aktifitas perjudian sudah diketahui pihak stasiun selaku pemilik lahan, ada juga matinya lampu tersebut bertujuan agar tidak terlalu nampak didepan umum hingga dibikin gelap,” cetusnya.

Stasiun Wonokromo Surabaya

Masih kata sumber, Adanya warung remang-remang itulah alasan lahan itu disewa namun disalah gunakan, bahakan warung tersebut menyediakan minuman beralkohol mulai dari bir hingga oplosan waring tersebut menjualnya.

REKOMENDASI:  High Cholesterol is a Very Common Condition

“Dibelakang warung ada tenda-tenda atau bilik kecil untuk menyuguhi para tamu PSK, itupun pihak stasiun mengetahuinya,” tutup sumber.

Sementara itu pihak stasiun mengelak adanya tudingan pihak nya menyewakan lahan kepada para bandar atau prostitusi yang akunya kerap ditertibkan namun tetap beroperasi kembali.

“Itu tidak benar, saya sudah berkoordinasi dengan pihak pemkot dan Satpol-pp Surabaya agar meminta untuk menertibkan perjudian tersebut. Kami sudah sering kali menertibkan namun masih saja tetap buka, jadi itu saja komentar saya, dan saya tidak ingin komentar lagi,” (14/10/19). Kata Suprapto bagian kehumasan stasiun Surabaya.

Disinggung mengapa pihak stasiun yang memiliki lahan dan lahan tersebut disalah gunakan untuk perjudian dan prostitusi, pihaknya tidak berkoordinasi dengan pihak kepolisian baik dari polsek, polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. Dirinya terkesan enggan berkoordinasi kepada pihak kepolisian untuk membackup dan menindak penyakit masyarakat yang berada di atas tanah lahan milik Stasiun Wonokromo.

“Saya tidak ingin komentar lagi, cukup kita minta bantuan dari pemkot surabaya, itu ya.” Katanya dengan sedikit meradang melalui seluler miliknya.

Perlu diketahui, meski viral di beritakan dan pihak mabes polri mengetahui perjudian dan prostitusi distasiun Wonokromo, sampai hari ini pantauan wartawan dilapangan aktivitas judi masih beroperasi dan belum ada tindakan dari aparat kepolisian setempat. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here