Visit.co.id, Sumenep–Hingga saat ini masyarakat Sumenep mempertanyakan kelanjutan kasus dugaan perzinahan oknum ASN berinisial GFM (40) Kasi Pariwisata Pemkab Sumenep dengan seorang bidan berinisial DA (35) yang keduanya di grebek disebuah penginapan di Surabaya.

Tak ayal berita penggerebak itu cukup menghebohkan warganet dan masyarakat,tak terkecuali dikalangan pejabat Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Kami berharap kepolisian mengungkap kasus ini seterang mungkin agar tidak menimbulkan kecemasan ditengah masyarakat. Selain itu kami mendesak pihak inspektorat maupun Bupati supaya menindak tegas oknum ASN itu,” terang Imam Arifin, presidium gerakan Kaukus Mahasiswa Sumekar kepada media ini, Kamis 3 Oktober 2019.

Untuk memperjelas bagaimana kronologi Kasi Pariwisata Disarbudpora Pemkab Sumenep itu bisa di grebek bersama Bidan di kamar hotel, berikut Redaksi sajikan beritanya yang dilansir dari laman tribunnews secara utuh tanpa dilakukan edit sedikitpun:
Usai Perselingkuhan Dibongkar Istri, ASN Sumenep & Bidan Dipulangkan ke Madura: Celana Dalam Disita

Polisi akan terus mengusut kasus dugaan perzinahan yang dilakukan oleh ASN di Dinas Pariwisata Kabupaten Sumenep, Madura dengan seorang bidan asal Sumenep di sebuah hotel di Surabaya. 

Namun, hingga saat ini polisi masih menunggu hasil visum terhadap ASN yang berduaan dengan seorang bidan, di dalam kamar penginapan di Surabaya dan digerebek oleh istrinya sendiri tersebut.

Belum ada penetapan tersangka dari kasus dugaan perzinahan ini.

“Masih menunggu hasil visum, belum ada penetapan tersangka,” ujar Kanit Reskrim Polsek Gubeng, AKP Oloan Manullang ketika dihubungi, Senin (23/9/2019).

Lanjut Oloan, pihaknya langsung mengamankan sejumlah barang bukti. 

Berupa, satu selimut berwarna putih, dua bantal, bill pembayaran hotel dan satu celana dalam milik DA (35) seorang bidan asal Sumenep yang satu ranjang dengan GFM (40), seorang aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pariwisata Kabupaten Sumenep, Madura.

REKOMENDASI:  Video "Kau Adalah Aku Yang Lain" Tim Pembela Ulama Desak Polri Minta Maaf

Keberadaan GFM menginap di sebuah penginapan di Jalan Bangka, Gubeng, Surabaya pada Minggu (22/9/2019) itu telah tercium oleh istrinya.

Sang istri, HD (36) langsung berangkat dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Sumenep menuju Surabaya.

Empat jam perjalanan dari Sumenep menuju Surabaya, sang istri ingin memastikan kebenaran suaminya yang berada di Surabaya itu.

“Dibuntuti dari Sumenep ke Surabaya, langsung datang ke Mapolsek buat laporan terus ke penginapan itu,” terang AKP Oloan Manullang.

Mereka berdua digerebek sedang tidur.

Mereka masih menggunakan pakaian saat diamankan, pukul 04.30 wib.

HD hanya bisa menangis melihat kelakukan suaminya itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here