Visit.co.id–Pepaya termasuk tanaman yang ampuh mengusir nyamuk. Kandungan senyawa flavonoid dan enzim papain pada daun mampu membuat nyamuk tidak nyaman. Namun, bagaimana cara penggunaannya?

Sekelompok siswa SMU Plus Riau, Ade Indra Kurniawan, Muhammad Kevin Surya dan Rengganis Ulvia, mengubah daun ini seperti mat yang biasa dipakai pada anti nyamuk elektrik.

“Daun pepaya banyak mengandung alkaloid, enzim papain dan flavonoid. Enzim papain memecah protein pada nyamuk dan flavonoid menganggu pernafasannya,” ujar Rengganis pada Tribunpekanbaru.com

Hasil penelitian ini termasuk satu dari sejumlah karya yang dipresentasikan dalam lomba karya tulis ilmiah Olimpiade Kimia Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, Rabu (21/1/2015).

Dalam lomba itu, ketiga siswa itu mengangkat judul uji efektifitas mat daun pepaya dengan mat sintetis sebagai isi ulang anti nyamuk elektrik terhadap mortalitas nyamuk. Sederhananya, mereka menawarkan anti nyamuk dari bahan yang mudah diperoleh.

Sebelum diubah menjadi mat, daun pepaya diblender hingga halus. Daun yang masih berair diperas. Daun dibungkus menggunakan tisu, dibentuk kotak seperti mat pabrikan. Setelah dibungkus, dijemur hingga kering. Sebaiknya, tidak langsung kena sinar matahari agar senyawa dalam daun tidak ikut menguap dan hilang. Bila telah kering, bisa langsung dipasang pada induk anti nyamuk eletrik.

Untuk menguji kemampuan karya itu membasmi nyamuk, sambung Ade dilakukan pada wadah bersih dan tidak terkontaminasi. Pada wadah ini dilepaskan lima ekor nyamuk yang sengaja ditangkap. Pada wadah dimasukkan mat elektrik. Bila nyamuk sudah lumpuh, dikeluarkan dan diletakkan di gelas plastik.

“Untuk memastikan nyamuk mati, kami menggunakan gulungan kertas dan menghembuskan udara,” kata Ade. Dalam percobaan ini, dilakukan dua perlakukan dengan pengulangan lima kali.

REKOMENDASI:  Rahasia Mencangkok Pohon Pepaya

Tidak saja mat dari daun pepaya, pengujian dilakukan juga menggunakan mat sintetis yang dijual bebas. Hasilnya, lima kali pengulangan, rata-rata dibutuhkan waktu 20 menit melumpuhkan nyamuk.

Sementara mat daun pepaya sebanyak 0,6 gram ditemukan hasil bervariasi. Dua kali percobaan melumpuhkan nyamuk 15 menit dan tiga percobaan butuh waktu 16,17 dan 18 menit dengan hasil rata-rata 16,2 menit.

Dosis 0,6 gram ini sama pada tiap mat yang menggunakan daun pepaya. Daun pepaya, tambah Kevin, memang banyak mengandung alkaloid dan enzim papain. Enzim ini identik dengan getah berwarna putih kental.

Kandungan bahan kimia flavonoid inilah yang jika dipanaskan akan menguap dan melumpuhkan nyamuk. Selama ini masyarakat yang menggunakan daun pepaya sebagai anti nyamuk berpendapat asap yang dikeluarkan daun pepaya dapat mengusir nyamuk.

Tetapi dalam percobaan, daun pepaya yang dibuat mat tidak menghasilkan asap seperti membakar daun pepaya. Namun, berdasarkan percobaan, botol yang digunakan untuk menguji mat dan nyamuk mengeluarkan uap air.

“Cara penggunaannya sama dengan mat biasa. Cuma mat sintetis diganti dengan mat daun pepaya. Dari lima kali ujicoba, rata-rata nyamuk mati dalam waktu 16,2 menit,” tutur Ade.

(tribunpekanbaru.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here