VISIT.CO.ID– Bagi masyarakat Sumenep mungkin masih ingat tentang aplikasi PUSPA SEPoTE yang digagas oleh pihak RSUD H.MOH.ANWAR Sumenep beberapa waktu lalu.

Menurut dr.Fitril Akbar, aplikasi ini merupakan terobosan baru sesuai namanya,yakni Pusat Pantauan Rumah Sakit Emergency Ponek Poned Terpadu atau disingkat menjadi PUSPA SEPoTE. Gagasan ini dikembangkan oleh Bidang Informasi dan Evaluasi rumah sakit terbesar di Kota Wisata tersebut.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas akses pelayanan kesehatan rujukan dari Puskesmas beserta jejaringnya ke RSUDMA,” demikian dr Fitril Akbar, M.Kes dalam siaran persnya.

Aplikasi ini diharapkan menjadi alternatif thingking yang akhirnya akan menjadi suatu system rujukan online bagi kasus kegawatan maternal dan atau neonatal dengan menggunakan system yang dikembangkan di RSUDMA.

Ditambahkan Fitril, Aplikasi PUSPA SEPoTE sedang dalam tahap penyempurnaan, sosialisasi dan simulasi pelaksanaannya di internal Rumah Sakit.

“Nantinya jika dirasa sudah sempurna akan disosialisasikan juga kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Puskesmas beserta jejaringnya,” lanjut dr. Fitril.

Disinggung untuk apa sebenarnya aplikasi PUSPA SEPoTE dirancang? Fitril secara tegas menjawab demi meningkatkan mutu pelayanan di Rumah Sakit, khususnya terkait dengan upaya menurunkan angka kematian anak dan ibu.

“Dalam hal ini, pihak RSUD dr. H. Moh Anwar mendapatkan Pendampingan Replikasi Emas oleh Tim Penurunan Angka Kematian Anak dan Ibu atau disingkat PENAKIB Provinsi Jawa Timur,” urainya panjang lebar.

Kongkritnya,lanjut Fitril, Kehadiran Tim PENAKIB Jawa Timur itu untuk mendampingi RSUDMA dalam memberikan semangat dan energi tambahan, termasuk upgrading pengetahuan dalam penurunan angka kematian ibu dan anak. 

Pihaknya juga menyitir pernyataan Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, bahwa angka kematian Ibu dan Anak di Kabupaten Sumenep pada tahun 2017 mencapai 54,77 per 100 ribu kelahiran hidup. Meningkat 4,15 persen dibanding tahun 2016 sebanyak 50,62 per 100 ribu kelahiran hidup.

REKOMENDASI:  RSUD Sumenep Raih Penghargaan P2HIV/AIDS Menakertrans RI Dengan Predikat Silver

“Itulah fakta yang menjadi dasar pentingnya penurunan angka kematian anak dan ibu di Rumah Sakit. Namun secara system, RSUDMA sudah melakukan terobosan dan inovasi. Mohon dukungan semua pihak” tutup Fitril.

(lal/yud/sap/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here