Ibu Tuti Video Call dengan Anaknya Beberapa Hari Sebelum Dieksekusi

Visit.co.id–Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, ibu TKI Tuti Tursilawati yang dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi, Eti Sarniti menyampaikan sudah ikhlas ditinggalkan oleh anaknya. Dia sempat kaget dengan kabar ini, sebab pada 19 Oktober lalu, ia sempat video call dengan anaknya, dan Tuti tidak memperlihatkan akan ada indikasi eksekusi mati.

“Dalam pertemuan saya dengan orangtua Tuti tadi malam dan pagi ini, didampingi oleh seluruh keluarga besar dihadiri perangkat, pemerintah daerah dan unsur-unsur masyarakat yang berada di Majalengka Ibu Eti kembali menegaskan kepada kami bahwa keluarga ikhlas, meskipun mereka kaget,” kata Iqbal.

Bahkan, pada 28 Oktober 2018 lalu KJRI Jeddah melakukan komunikasi dengan Tuti. Tuti mengatakan bahwa dirinya dalam kondisi sehat.

“Proses eksekusi Tuti dilakukan pada pukul 9 pagi pada Senin (29/10). Pada saat itu staf KJRI Jeddah sudah berada di Thaif. Sehingga staf KJRI Jeddah ikut menghadiri sholat dan pemakaman umum di kota Thaif,” ujar Iqbal.

Eksekusi mati oleh Saudi dilakukan tanpa notifikasi kepada pemerintah Indonesia bahkan perwakilan di KBRI Riyadh maupun KJRI Jeddah.

“Pemerintah Indonesia sudah menyampaikan keprihatinan dan protes tentang cara Saudi melakukan eksekusi ini,” kata Iqbal.

“Pertama Menlu RI Retno Marsudi kemarin sudah berbicara kepada Menlu Saudi dan menyampaikan protes, hari ini Menlu memanggil Duta Besar Saudi yg di Jakarta, dan menyampaikan protes,” tambahnya.

Sekretaris Utama BNP2TKI, Tatang Budi Utama Razak juga hadir dalam konferenai pers di Kementerian Luar Negeri RI. Dia menyampaikan bahwa eksekusi mati yang dilakukan Saudi memang tak dapat dihindarkan.

REKOMENDASI:  Semoga Presiden Mendengar Keluhan Nenek Malang Ini

“Dari waktu ke waktu kami sudah melakukan berbagai upaya. Namun demikian diantara yang sudah berhasil dibebaskan ada sejumlah yang tidak bisa dihindarkan, jangankan kasus Tuti, keluarga kerjaaan pun tidak luput dari eksekusi mati,” katanya.

Sebelum divonis dan dieksekusi mati, Tuti diketahui memukulkan sebatang kayu kepada Suud Malhaq Al Utibi pada 11 Mei 2010. Melihat majikannya terkapar karena pukulannya, Tuti berusaha kabur dari rumah.

Selanjutnya, Tuti bertemu sekelompok pria, sekitar sembilan orang. Awalnya, pria-pria itu menjanjikan bantuan membantu perjalanan Tuti ke Mekah, lepas dari rumah majikannya di Thaif. Namun, Tuti dibawa ke rumah kosong, lalu mengalami pelecehan seksual. Tuti disebut digilir 9 pria durjana itu.

Tuti divonis mati gara-gara membunuh majikannya yang menurut pengakuan Tuti ia kerap dilecehkan oleh majikannya tersebut.

(iml/JPC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here