VISIT.CO.ID – Kepala Bank NTT Cabang Kefamenanu, Endri Wardono mengatakan, pihaknya memiliki beberapa alasan terkait dengan pemberian kredit kepada para petani garam di Desa Oepua, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Menurutnya, luas lahan yang digunakan untuk tambak garam di desa Oepua tersebut bisa mencapai ribuan hektar. Dengan lahan seluas itu, jika dikelolah secara baik dan benar maka potensi produksi garam bisa mencapai ribuan ton per minggu.

“Alasan kita melakukan pembiayaan untuk produksi garam karena kita melihat potensi garam di TTU bisa mencapai ribuan hektar. Dan itu potensi yang luar biasa,” kata Endri seusai melakukan panen garam di Desa Oepua, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten TTU, Senin (29/10/2018) siang.

Endri memgatakan, pihaknya termotivasi memberikan kredit kepada para petani garam di TTU karena mengikuti pemberitaan nasional mengenai Indonesia mengimpor garam yang bisa mencapai jutaan ton.

“Kedua kalau kita melihat pemberitaan nasional, impor garam kita itu mencapai jutaan ton. Itu kita termotivasi kenapa kita mencoba untuk produksi garam dan kita jual kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan,” jelasnya.

Selain itu, jelas Endri, industri garam dapat menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Hal itu dapat dilihat dari para pekerja yang bekerja ditambak garam tersebut sangat banyak. Untuk satu hektar saya, dapat menyerap sekitar dua orang dengan gaji paling minim Rp 750 sampai Rp 1,5 juta per orang.

“Tapi yang panen itu tidak sedikit. Setiap hari itu minimal 10 orang kalau lahanya luas, atau lima orang kalau lahannya kurang luas dengan upah Rp 50 ribu per hari, sehingga memakan tenaga kerja sudah berapa memang,” ujarnya.

Ke depannya, jelas Endri, pihaknya masih mencari formula yang pas untuk model pembiayaan seperti apa, namun yang jelas pihaknya akan memprioritaskan semua petani memakai sistem produkai menggunakan geomembran supaya dapat memenuhi standarnya industri garam.

REKOMENDASI:  "Gagal Visit" Sumenep 2018 Versi Mahasiswa

“Dan kita akan terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, dan kita akan membantu mencari suplayer untuk dapat memasukan garam dibeberapa industri di Surabaya,” jelaanya.

Endri menambahkan, pihaknya juga akan memyampaikan kepada pemerintah daerah mungkin ada solusi yang dapat diberikan kepada para petani terkait dengan masalah pemasaran garam di Kabupaten TTU.

“Terus terang kita punya produksi ini banyak sekali. Kalau hanya satu bulan 1000 ton saja, sangat gampang sekali untuk sekarang ini. Apalagi kita produksi besar-besaran. Pasti lebih banyak lagi,” ungkapnya. (*)

POS-KUPANG.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here