Dua Jempol Untuk Pelayanan BPJS Kesehatan RSUD Sumenep

0
944

Sumenep (Visit.co.id)-Segudang prestasi kembali ditorehkan dalam membangun pelayanan pasien bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) Kesehatan di RSUD dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Berdasarkan hasil survei melalui Utilization Review (UR) dan Walk Throungh Audit ( WTA ) nilainya tertinggi se-Madura,” terang Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Fitril Akbar kepada awak media.

Menurut Fitril, penilaian atau survei tersebut merujuk pada isi perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut tahun 2018 yang tertuang dalam pasal 10 ayat 1 tentang Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan.

“ BPJS Kesehatan akan melakukan penilaian penyelenggraraan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehtan secara berkala. Hasilnya untuk pasien rawat jalan nilainya mencapai 95,55. Artinya sangat baik dan memuaskan. Ini masuk kategori terbaik se-Madura untuk rumah sakit milik pemerintah daerah,” ungkap dia menambahkan.

Tak hanya itu, bahjan untuk rawat inap, sambungnya, juga tidak mengecewakan, nilainya mencapai 89, 72 atau termasuk kreteria kinerja baik. “Kalau nilainya 71 – 80 termasuk kreteria kinerja kurang baik. Dan jika kurang dari 70 termasuk kinerja tidak baik,” imbuhnya panjang lebar.

Fitril juga membeberkan, pada 2017 BPJS Kesehatan telah melaksanakan WTA dengan ruang lingkup survei tentang pengukuran persepsi serta harapan pelanggan peserta program JKN-KIS selaku pengguna jasa pelayanan kesehatan baik rawat jalan maupun rawat inap.

Adapun Ruang lingkup pelayanan kesehatan yang disurvei yakni meliputi tiga aspek. Terdiri dari unsur pelayanan di fasilitas kesehatan meliputi administrasi, pelayanan dan sarana penujang lainnya.

Dari aspek administrasi misalnya,dijelaskan Fitril, sasarannya terhubung dengan lama antrian pendaftaran dan penerbitan SEP, waktu tunggu periksa.

REKOMENDASI:  1.000 Warga Bandung Barat Dilatih Wirausaha   

“Termasuk juga kemudahan alur pelayanan di rumah sakit, tidak adanya iuran biaya, kemudahan mendapatkan kamar sesuai hak kelas untuk pasien rawat inap, dan perlakuan yang sama antara pasien umum dan penjaminan BPJS Kesehatan,”tandasnya.

Sedangkan aspek pelayananan,lanjut dia, mencakup soal ketepatan waktu visite dokter, keramahan dokter petugas rumah sakit, kejelasan informasi dokter, pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter, dan ketersediaan obat.

“Kalau penilaian terhadap aspek sarana meliputi kepuasan terhadap ruang tunggu yang nyaman dan sejuk, kepuasan terhadap ruang kamar perawatan yang nyaman untuk pasien rawat inap,” tukas Fitril.

Pihaknya juga menjelaskan, informasi tentang prosedur pelayanan BPJS Kesehatan, adanya penunjang medik saat dibutuhkan seperti Laboratorium, Radiologi, dan Elektro medis, serta kepuasan terhadap kebersihan ruanagan.

(Ima/Sap/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here