Fashion Batik for Visit Sumenep 2018 Dikecam

0
2997

VISIT.CO.ID–Festival Fashion Batik
dalam rangka menyongsong Visit Sumenep 2018 yang digelar di area Taman Bunga – Kegiatan Batik Festival menyambut Visit Sumenep 2018, dinilai mencederai karakteristik masyarakat Sumenep karena para peserta yang dikhususkan buat kaum hawa itu diberi kebebasan mengumbar aurat mulai menampakkan paha mulus hingga pusar secara terang benderang.

Sejumlah peserta tampak bebas melenggang di Catwalk Fashion On The Street yang tak jauh dari Masjid Agung Sumenep, yang selama ini menjadi simbol kota ini yang dikenal agamais.

Bahkan Ketua Ikatan Sarjana NU (ISNU) Pengurus Cabang(PC) Kabupaten Sumenep Moh. Hosnan menilai, pagelaran lomba fashion Batik competition dalam rangka Visit Sumenep 2018 itu diduga menciderai karakteristik masyarakat Sumenep yang sangat agamais dan mayoritas santri.

“Sumenep Banyak pesantren, banyak kiai tak seharusnya menampilkan yang fulgar didepan masjid jamik kayak itu,” ungkapnya kepada awak media di Sumenep, Sabtu 9 Desember 2017.

Peserta

Ia meminta kepada bupati supaya menegor dinas penyelenggara, supaya menyetop even-event yang terlalu fulgar yang ditampilkan kepada halayak ramai dan dipertontontan didepan orang banyak dan legalkan karena penyelenggaranya adalah pemerintah khususnya kabupaten Sumenep.

“Seharusnya Festival Batik itu, didesain secara islami sesuai dengan dengan budaya Sumenep yang mayoritas islam, agamis,tidak harus fulgar, ini sangat mencederai karakteristik Sumenep, sangat tidak menghormati kiai, santri dan masjid” ungkapnya.

Hosnan menyampaikan dengan Festival Batik yang mengumbar aurat itu, maka patut diduga kuat jika program Visit Sumenep 2018 tidak disusun secara integratif, dengan nilai – nilai budaya, nilai agama, nilai nilai sosial masyarakat.

“Visit Sumenep ini hanya dibuat lipstik aja, tidak disusun secara integratif. Sehingga, sangat membahayakan bagi masyarakat sumenep pada umumnya,” tandasnya.

Sementara bebeapa kepala dinas yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan lomba faahion batik ini justru memilih bungkam dan tutup mulut.

REKOMENDASI:  Mobil Rombongan Nyungsep Dekat JMP Sumenep

Konfirmasi via telpon maupun sms juga diabaikan.

(ami/fat/zie/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here