Rohadi Akui Uang Rp 700 Juta Dari Sareh Untuk Urus PK Sengketa Tanah

VISIT.CO.ID– Mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi mengakui bahwa dirinya pernah diminta oleh Politikus Gerindra Sareh Wiyono untuk mengamankan sebuah perkara terkait sengketa tanah di wilayah Jakarta Timur.

Menurut Rohadi, perkara sengketa tanah yang diminta Sareh telah bergulir di tingkat peninjauan kembali (PK). Dari hasil kerjanya, Rohadi menerima imbalan Rp700 juta.

Uang tersebut ditemukan di mobil Rohadi saat ditangkap tangan penyidik KPK 15 Juni 2016 lalu. Rohadi mengaku mengambil uang tersebut di Apartemen milik Sareh di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta.

“Saya tidak tahu kaitan pak Sareh (dengan perkara sengketa tanah), yang penting dia yang minta urus perkara itu,” ujar Rohadi usai pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (28/11).

Perkenalan Rohadi dengan Sareh dimulai saat Sareh menjadi hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, sebelum menjadi anggota DPR, politikus Gerindra.

Rohadi merupakan terpidana kasus suap penanganan perkara pedangdut Saipul Jamil. Dia divonis 7 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan menerima suap untuk menangani perkara Saipul Jamil.

Selain kasus suap, Rohadi juga ditetapkan sebagai tersangka penerima gratifikasi dan pencucian uang.

Dia ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi dalam kapasitasnya sebagai panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Pengadilan Negeri Bekasi terkait pengurusan perkara di MA

Untuk kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU), Rohadi diduga menyamarkan sejumlah aset yang disinyalir didapat dari hasil korupsi.

[nes/rmol]

REKOMENDASI:  Didatangi Penyidik KPK, Rumah Setnov Dijaga Puluhan Brimob

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *