Konten pornografi saat ini telah memprihatinkan pengaruhnya pada anak. Konten ini hadir dalam berbagai bentuk, salah satunya aplikasi Gif di WA, yaitu berupa video singkat yang mudah sekali dibuka.

Tentunya hal ini meresahkan, khususnya orang tua yang memberikan fasilitas gadget untuk anaknya.

Dengan kejadian tersebarnya konten ini, warga net banyak yang melakukan aksi protes terhadap pihak whatsaap.Ini dilema hidup di zaman “now”, alih-alih ingin mencerdaskan buah hati lewat gadget, tapi arus informasi sedemikian derasnya tanpa ada filter yang pasti.

Lalu cara apa yang paling ampuh untuk sementara ini, terhadap masalah konten pornografi ini? Pertama, perlu kita sadari, bahwa berbagai aplikasi ini (tidak dipungkiri aplikasi lain juga ada) bisa muncul atas izin perusahaan pengelola.

Kedua, belum ada sangsi yang jelas bagi perusahaan yang melanggar kode etik moral dalam dunia internet. Menkominfo belum memberikan sangsi tegas terhadap masalah ini. Beda halnya, ketika kasus telegram dikaitkan dengan radikalisasi, menkominfo begitu tegas dan cepat tanggap, ada apa ini?

Sikap pemerintah yang tidak tegas seperti ini, telah membuka celah kemudahan bagi kasus berikutnya untuk bermunculan. Inilah kelalaian pemerintah dalam masalah moral generasi penerus.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua, membatasi sekaligus memonitor penggunaan gadget anaknya. Lebih dari itu, orang tua harus aktif memberikan kesibukan yang bermanfaat untuk anaknya. Mengenalkan sekaligus melibatkan ananda dalam dunia dakwah adalah salah satu solusinya. Dakwah dimulai dari yang kecil saja, membentuk remaja masjid, membuat kajian-kajian Islam bersama temannya, juga melatih keberanian amar makruf nahiy mungkar.

Ananda dilatih untuk mengkomunikasikan segala sesuatu yang diinderanya dalam gadget pada orang tua. Demikian beberapa solusi yang bisa kita lakukan agar ananda terjauh dari pengaruh negatif gadget.

REKOMENDASI:  Buku IPS Kelas 6 SD yang Menyebut Yerusalem Sebagai Ibukota Israel Beredar di Jember

Akan semakin sempurna ketika Islam diterapkan dalam sebuah Institusi yang menaunginya, yaitu negara Islam. Sehingga komponen yang berperan ; individu, keluarga, masyarakat dan negara bisa bekerjasama mengatasi berbagai problem tersebut. Wallohua’lam.

[hid/voi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here