JAKARTA (visit.co.id)- Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah tidak menyesal menuliskan kisah soal sebuah, sebut saja drama yang menjerat Ketua-nya, Setya Novanto atas dugaan tindak pidana korupsi. Bahkan Fahri menyatakan bahwa apa yang dialami oleh Setnov, demikian panggilan akrabnya adalah sebuah hal yang dipaksakan atas statusnya kini.

“Setelah SN dipaksa menjadi tersangka ada bagusnya saya menulis kesan saya kepada situasi sekarang. Sebab ada banyak orang yang menelpon saya atau bertemu saya meminta agar saya berhenti berbicara tentang Setya Novanto,” katanya, belum lama ini, di akun Twitter pribadi miliknya.

Sebab katanya itu membuat dia nampak membelanya. Dan membela Setya Novanto hari ini adalah kejahatan luar biasa. “Saya dinasehati agar menjaga nama baik dan memikirkan masa depan yang bisa hancur oleh sesuatu yang nampak bersimpati kepada orang yang dianggap koruptor kelas kakap ini.”

Lama dia memikirkan ini, karena teguran bahkan juga masuk melalui rumah. “Luar biasa pikiran saya, padahal memang saya tidak mengenal siapa SN sampai saya menjadi pimpinan DPR bersamanya sejak akhir 2014.

Kata teman saya, “Menjadi anggota DPR saja sudah merusak citramu apalagi kemudian menjadi pembela ketua DPR bernama Setya Novanto, bisa hancur lu, Ri”, demikian nasehat bernada kecaman.”

Tapi dia percaya kepada hati sampai menuliskan basmallah. “Saya percaya bahwa setelah pengadilan manusia dan negara, ada yang lebih penting yaitu pengadilan Allah di akhirat kelak.”

(Rob/voi)

REKOMENDASI:  Didatangi Penyidik KPK, Rumah Setnov Dijaga Puluhan Brimob

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here