JAKARTA (VISIT.CO.ID)- Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan menyebut keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) melebihi keputusan tuhan. Hal ini diucapakannya paska MK memutuskan bahwa aliran kepercayaan berhak masuk ke dalam kolom KTP.

“Malah Ketum tadi mengatakan bahwa MK itu seperti tuhan. Saya bilang tidak, malah kalahkan tuhan. Loh, tidak percaya? Ayo kita buktikan. Kalau Allah itu bisa ditawar. Misalkan dalam perjalananan, shalat bisa dijamak.

Kalau sudah sepuh, boleh tidak puasa. Itulah Allah subhana wa ta’ala. Tapi kalau MK tidak. Tidak bisa ditawar-tawar. makanya pernah teman saya mengingatkan, “Hati-hati hakim MK. Bisa neraka kalian kalau..” Wah, nanti keterusan,” sampainya, beberapa waktu lalu di gedung PP Muhammadiyah, Jakarta. Zul, demikian sapaan akrabnya mengakui bahwa dia tidak sedikit berdiskusi soal kedudukan MK. Dan MK menurutnya salah satu yang menjadi masalah yang sedang dihadapi saat ini.

“Di MK itu kita juga sering diskusi. Ada lima masalah yang kita hadapi tentang kemajuan-kemajuan. Ada lima masalah, termasuk Jakarta. Masalah kita yang krodit itu kemiskinan, saudara-saudara. Jakarta, Pak Gubernur tahu persis soal kemiskinan. Masalah kedua adalah kesenjangan,” katanya lagi.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir mengaku sebenarnya menyesalkan atas keputusan MK. MK dinilai tidak dapat memahami denyut nadi seperti ini dengan melahirkan keputusan kolom agama dan kepercayaan. Memang secara konstitusional itu keputusan yang sudah final karena MK kedudukannya seperti itu.

Tetapi, para penyelenggara negara yang ada di MK seharusnya menurut Haedar dapat bisa memahami betul sosiologi hukum di balik keputusan verbal dan yuridis itu. Begitu juga dalam keputusan lain, persoalan mayoritas dan minoritas, persoalan agama dan dimensi public itu tidak bisa dilihat secara positifist.

REKOMENDASI:  Terganjal Hak Imunitas Sebagai Anggota DPR, Kasus Victor Laiskodat Dihentikan Polri

“Harus dilihat dari efek substansi, esensi dan nikai dasar dan suasana kebatinan bangsa Indonesia yang beragama. dan bangsa Indonesia itu memang beragama sebab menjadi bagian penting untuk bangsa,” ujarnya. (Rob/voi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here