Malam Refleksi Darurat Demokrasi

0
448

Puluhan Mahasiswa dan Pemuda Menggelar Aksi di Taman Apsari, depan Grahadi Surabaya.

Laporan Langsung Reporter: Bahudin Mudhar

VISIT.CO.ID–Sekelompok massa yang merupakan mahasiswa dan pemuda berunjuk rasa di Taman Apsari,depan Grahadi-Surabaya malam ini. Mereka menuntut 4 mahasiswa yang ditangkap saat melakukan aksi mengkritisi 3 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di depan Istana Merdeka, Jumat (20/10) lalu, untuk dibebaskan.
Peserta aksi berjumlah puluhan orang melakukan aksi sejak pukul 20.00 WIB, Senin (23/10/2017) malam ini , mereka masih bertahan di taman Apsari,depan Grahadi-Surabaya.

Unjuk rasa gabungan mahasiswa dan Pemuda se-surabaya di Taman Apsari,depan Grahadi Surabaya berlangsung , Senin Malam dini hari Pukul.20.00 Wib. (23/10/2017). Derasnya Hujan tak menyurutkan langkah para aktivis Se-Surabaya ini.

Mahasiswa saling jual beli pukulan dan tendangan dengan personel kepolisian.
Namun Aksi di Taman Apsari ini, Depan grahadi Surabaya ini tidak Membuat Lalu Lintas Lumpuh.

Para Aktivis Se-Surabaya ini menyampaikan aspirasi bela sungkawa atas 4 Rekan mereka mahasiswa yang turun aksi yang berlansung di Istana Negara- jakarta,Jum’at(20/10) Lalu di zolimi, dengan tuntutan yang di sampaikan oleh Fajri Selaku Korlap GAS(Gerakan Aktivis Se-Surabaya).

Mahasiswa menggelar aksi teatrikal di taman Apsari,depan Grahadi-Surabaya.
Massa yang menamakan diri GAS(Gerakan Aliansi Aktivis Se-Surabaya merupakan gabungan dari mahasiswa beberapa kampus dan pemuda di Surabaya, Jawa Timur. Massa menuntut agar rekan-rekan mahasiswa yang ditahan di Mapolda Metro Jaya untuk segera dilepaskan.

“Ini sebagai dukungan kami selaku mahasiswa dan pemuda, kepedulian kami atas teman kami yang di dalam (di Polda Metro Jaya) yang saat ini masih ditahan,” ujar Fajri, selaku Korlap GAS (Gerakan Aktivis Se-Surabaya)

“Malam ini (23/10) kami membuktikan bahwa jeratan hukum terhadap rekan kami Adri Sutrisbi (IPB), Ihsan Munawar (STEI SEBI), Wildan Wahyu Nugroho (UNS) dan Panji Laksono (IPB) yang dijadikan tersangka dengan alasan tidak mau membubarkan diri adalah hal yang tidak masuk akal”, ujar korlap GAS.

REKOMENDASI:  KBRS gelar Shalat Jamaah di Masjid Surabaya Yang Roboh

Dalam PERS RILIS mereka menyampaikan “Kami melaksanakan aksi dan orasi di malam hari, kami melakukan agitasi dan propaganda mengkritik rezim dan kami baik-baik saja, artinya ada yang salah dengan jerat hukum aparat terhadap kawan kami.

Derasnya hujan tak menyurutkan langkah aktivis se-Surabaya untuk berkumpul membela 4 rekan yang di tahan di Mapolda Metro Jaya. Justru berkahnya hujan ini semakin membakar semangat perjuangan kam,” imbuhnya.

Mereka membawa sejumlah poster dengan tulisan ‘kembalikan kawan kami’, darurat Demokrasi’. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas untuk 4 mahasiswa yang di tahan.
Menurut pemaparan korlat dalam orasinya bahwa mereka juga mendengar pemaparan fakta dari kawan-kawan yang hadir di lapangan bahwa provokasi sengaja dimulai oleh aparat dengan tujuan membubarkan mahasiswa.

Mahasiswa yang telah bubar pun masih diincar untuk dipukuli dan ditangkapi.
Dari hasil diskusi dan mimbar bebas kami berkesimpulan bahwa rekan kami sedang dikriminalisasi dan kami bersepakat bahwa rezim dengan tangan kotornya telah mempertontonkan kedzaliman yang nyata dengan membalas kritik dengan kriminalisasi dan saat ini Darurat Demokrasi sedang terjadi di negeri ini”, teriaknya lagi.

Mengakhiri aksi ini aliansi Gerakan Aktivis Surabaya (GAS) menyepakati untuk bersama-sama bersikap:
1. Mengecam Tindakan Represif Aparat!
2 .Menuntut Segera Bebaskan Aktivis yang ditahan!
3. Mendukung segenap Perjuangan Aktivis Mahasiswa!

“Kami akan terus berjuang serentak bersama segenap aktivis lain hingga 4 kawan kami bebas dari segala tuduhan hukum yang tidak masuk akal,” ujar korlap!

Surabaya, 23 Oktober 2017
Di tengah derasnya hujan
Aliansi Gerakan Aktivis Surabaya (GAS)

Tertanda,
Imran Ibnu Fajri – Aufklarung
Febryan Kiswanto – Karang Taruna Surabaya
Ahmad Jilul QF – Lingkar Muda Cendekia
Kamil Akbar – Komite Aksi Kamisan Surabaya
Pandu Heru Satrio – Teknokrat Muda ITS
Baharuddin – Konsolidasi Mahasiswa Pemuda Indonesia.

REKOMENDASI:  Peliputan Wapres JK di Tanwir-1 Aisiyah Surabaya Dibatasi

Berikut 4 tuntutan massa aksi tersebut:
1. Menuntut aparat kepolisian untuk segera membebaskan mahasiswa yang ditangkap dan membebaskan dari segala tuntutan hukum,
2. Mengecam tindakan represif kepolisian dalam memangani aksi kemanusiaan,
3. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk memenuhi tuntutan mahasiswa, dan
4. Menyatakan dengan tegas bahwa Jokowi-JK bertanggung jawab atas peristiwa ini secara langsung tidak dapat memenuhi janji-janji kampanyenya.

(rud/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here