Diduga Sarat Titipan, Tes Pamwascam Sumenep Terancam Diulang

0
400

VISIT.CO.ID– Sejumlah pihak yang mengaku tidak puas dengan hasil tes rekrutmen anggota Panwascam Kabupaten Sumenep berencana akan berkirim surat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) supaya dilakukan tes ulang.

“Untuk sementara kami belum bisa berkomentar banyak. yang jelas kami sudah persiapkan surat ke DKPP agar dilakukan tes ulang,” ungkap salah satu peserta tes Panwascam yang meminta identitasnya tidak di expose dulu, Rabu 18 Oktober 2017.

Semenatara Hambali Rasidi, Ketua IKA UINSA Koorda Sumenep dalam jumpa pers kepada sejumlah wartawan di Sumenep menduga adanya bloking atau bagi-bagi jatah Kecamatan diantara komisioner saling bersepakat untuk mengisi penuh orang-orang pilihannya di kecamatan tertentu.

Isu bloking atau borong kecamatan, kata Hambali, sudah santer terdengar, meski saat ini masih tahapan tes wawancara bagi enam besar yang lulus tes tulis.

“Saya dengar kabar di Kecamatan Gili Genting dan Bluto, disepakati akan diisi penuh orangnya Hosnan. Begitu juga di Kecamatan Gayam, sudah disepakati akan diisi full orangnya Wahyu,” terang Hambali Rasidi yang mengaku banyak menerima pengaduan pasca hasil tes tulis Rekrutmen Panwascam beberapa waktu lalu.

Ditambahkan, isu borong kecamatan sudah banyak orang dengar. Sehingga ia merasa risih karena dinilai terlalu fulgar.

Indikatornya, ia mengaku ditunjukkan sejumlah nama yang bakal lulus sebagai tiga anggota Panwascam di masing-masing Kecamatan.

“Saya disodori banyak nama yang bakal lulus sebagai anggota Panwascam. Termasuk yang di Kecamatan Gili Genting, Gayam dan kecamatan lainnya. Semoga nama-nama yang beredar ini tidak benar. Kalau nama-nama yang beredar benar lulus di tiga besar, lantas saya harus ngomong apa? Apakah saya harus katakan Rekrutmen Panwascam Sumenep transparan dan jurdil, gitu?,” sambungnya.

REKOMENDASI:  Hillary Lasut, Anggota DPR Termuda & Rencana UU Cyber Crime

Temuan lain disampaikan aktivis Sumenep Independen, Sahrul Gunawan, munculnya dugaan Kecamatan Gili Genting dan Bluto menjadi pilihan bloking Hosnan karena Ketua Panwaskab Sumenep ini kelahiran Gili Genting dan menikah ke Bluto.

Sedangkan Wahyu, komisioner Panwaskab Sumenep diketahui memiliki istri asal Kecamatan Gayam.

“Ini isu yang saya dengar. Semoga kabar ini salah yang dibuktikan dengan hasil pengumuman tiga besar bukan orang-orang yang ramai dibicarakan untuk lulus,” timpalnya.

Sebelumnya, Ketua Panwaskab Sumenep, Hosnan Hermawan saat dikonfirmasi mengklaim sudah berupaya maksimal dalam pelaksanaan tahapan rekrutmen.

“Nama-nama enam besar yang lulus murni hasil tes tulis, yang beredar diluar itu kan hanya isu, peserta yang lolos itu sudah sesuai dengan hasil tes,” tuturnya.

Ditambahkan Hosnan, dari enam peserta yang dinyatakan lulus dimasing-masing kecamatan tidak ada satupun titipan dari pihak manapun.

“Test tulis itu yang menjadi barometer kami (komisioner). Dipersilahkan kaji ulang yang masuk enam besar dimasing-masing kecamatan,” ungkapnya singkat.

(Ferry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here