Rumah Mewah tertimbun Longsor, imbas proyek liar

0
239

VISIT.CO.ID,SENGGIGI – Akibat adanya rencana pembangunan villa dilereng Bukit perumahan Grand velli batu layar Lombok Barat menyebabkan salah satu rumah mewah milik warga masyarakat dibawah lereng bukit tertibun tanah longsor.

Kejadian tersebut terjadi pada siang hari kemarin sekitar pukul 13:30 siang.

Sejumlah ruang rumah dan kolam tertimbun tanah, akibat jebolnya tembok pembatas dihantam lonsoran tanah dari bukit.

“Menyebabkan rumah Mr john Howard, tertimbun lonsor tanah akibat rencana pembangunan villa dilereng gunung perumahan grend villa, yang sebelumnya tidak memilki izin”ungkap Azwar piringadi selaku staf dari pemilik rumah mewah yang tertimbun longsor kemarin (14/6).

Proyek pemangunan tersebut sempat terbengkalai akibat tidak memilki izin.

“Recananya mau dibangun villa akan tetapi, kerena belum mengantongi izin, hanya rekomendasi dari pihak desa dan kecematan, sehingga tertunda,”kata Azwar.

Proyek pembangunan villa mulai 2014, yang sebelumnya dilakukan pembersihan dan pengerasan jalan.

Akibat adanya keberatan pihak john Howard sebelumnya, kerana menurutnya (red), sambung iya, dengan kondisi postur tanah dan bukit tersebut sehingga dikhawatirkan dapat terjadi longsor, karena rencana pembangunan tersebut berada diatas samping rumah milik john Howard, persis dilereng bukit.
“Apa yang jadi katakutan selama ini terjadi juga, “terangnya.

Akibat penolakan saat itu, pihak polsek, camat dan desa sempat meninjau lokasi rencana pembanguan.

Tetapi saat itu, ada kesepakatan antara pihak pengembang dan masyarakat yang dimana salah satu poinya, pihak pengembang proyek tersebut yang menjamin apa bila terjadi sesuatu hal seperti longsor dan lainya.

“Apabila ada lonsor dan menyebabkan kerusakan pegembang Siap bertanggung jawab,”Terangnya.

Iya juga berharap, supaya pemerintah tindak lanjut sejumlah titik persoalan pemberian izin dikawasam Senggigi, yang dinilai merugikan masyarakat dan lingkungan.

“Kadang pembangun sejumlah lokasi usaha dikawasan senggigi, izinya belakangan, seharusnya tidak seperti itu, “tutupnya. (Boim/Ferry)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here