Sejumlah musisi keroncong di NTB tampil di Taman Budaya

0
656

VISIT.co.id,MATARAM–Sementara ini adalah saat yang tepat untuk membangun dan mengkonduksifkan. Bermusik membutuhkan susuatu yang lahir dari hati, yang terdengar dengan irama yang serasi, harus sehati, dimana bisa melahirkan irama yang kemudian bisa terdengar selaras menyentuh hati.

“Bersatu, memadukan hati dan rasa, musik itu rasa, semua itu tidak cukup dengan olah pikir tapi olah rasa,”ungkap gatot dwi hendro wibowo selaku ketua HAMKRI (Himpunan Artis Musisi Keroncong) NTB.

Diakhir-akhir ini semua kita disibukkan dengan situasi yang tidak menentu dalam kehidupan.

“Maka solusi yang paling tepat adalah seperti ini dengan menampilkan musik keroncong,”kata pria yang akrap disapa prof gatot saat selesai acara perdana musik keroncong kemarin di aula taman budaya.

Itulah yang membuat kita lebih tinggi. Orkes keroncong pada dasarnya tergantung dari kita sebenarnya. Musik keroncong sendiri merupakan warisan budaya, kita menunggu siapa lagi, kalau bukan kita semua,sembut prof gatot.
Lebih lanjut prof gatot menyebutkan, bahwa musik keroncong memilki nilai menjaling persatuan.

Keroncong melakat dengan persoalan kebangsaan kerena memang semua lagu, irama-irama menunjukan kecintaan kepada bangsa, kecintaan kepada tuhan dan persatauan.

“Selain itu Keroncong mengandung arti Kebhinekaan, yang hadir ada yang dari jawa, bali, lombok, etnis china, arab semuanya dipersatukan melalui musik keroncong. tidak ada gonto-gontoaan. keroncong bisa dikatakan juga sebagai miniatur semangat kebangsaan,”terangnya.

Sementara kemunitas keroncong iSAKA Mataram sekaligus penggagas acara Kepak Keroncong Mataram 2017 menuturkan, dari awal memilki keinginan, harapan dan mungkin obsesi, keroncong memilki nilai jual. Kerena selama ini kroncong memilki stigma musik yang buat kita ngantuk, jadul, dan tidak entertaint. Bahasanya kroncong tidak memilki nilai jual.

“Pemikian seperti ini yang di dobrak bahwa keroncong mememilki nilai jual,” ungkap erwin kuntiasmoro Pipinan keroncong iSAKA kota mataram penuh optimis.

REKOMENDASI:  Bayi Perempuan Dibuang ke WC SPBU

Satu sisi kroncong selama ini pahami sebagai salah salah satu aset budaya, tapi satu sisi realitsnya kroncong tidak terima oleh pasar. Tidak ada lomba-lomba maupun festival yang menampilkan khusus tentag keroncong,”Makanya sekarang waktu yang tepat untuk bisa merubah mindset masyarakat,”sambungnya.

Bersyukur malam ini, kroncong bisa dinaikan gensinya, kroncong memiliki nilai jual. maka dari itu, dalam penyelanggaraan musik keroncong ini,di berlakukan penjualan tiket oleh panitia penyelenggara.

“Bagi kami musisi dan penyanyi keroncong, terpacu meningkatlkan kualitas, kerana kita harus menunjukan kepada penontong, apa yang ditampilkan meraka memang pantas untuk di beli dan mereka pantas untuk dibayar,”sebut Erwin.

Kroncong bisa masuk segala jenis musik yang di diiringin dengan musik keroncong. Menunjukan bisa dijual,
Katanya keroncong tidak bisa ditampilkan secaran entertain, dan peformance selama ini identik tampil pakai batik.
“Tapi kami tampil dengan tanpa batik dengan busana kekininian. Dengan perpaduan konsep, ingin menunjukan keroncong bisa dibanggakan, memilki nilai,” terang Erwin dengan penuh bahagia sukses menyelenggrakan acara perdana Kepak Keroncong Mataram.

Kepak Keroncong Mataram 2017 iSAKA Mataram./VISIT.co.id

Anggit Roro salah satu penontong mengutarakn, hampir setiap umat manusia menyukai musik, mulai dari musik pop, jazz, tradisional dan masih banyak lagi.

“Namun, musik tradisional Indonesia kurang diperhatikan masyarakat saat ini,”keluhnya.
Remaja pun kurang mengenal musik tradisional, sambung anggit roro, karena perkembangan musik Indonesia telah dikuasai oleh musik luar, seperti, pop, rock, jazz, RnB dan lain-lain. Akan tetapi musik tradisional belum sepenuhnya meredup, karena masih banyak anak muda yang berusaha melestarikan musik tradisional. Salah satunya iSAKA Mataram.

Menjadi catatan, sejumlah fokalis yang tampil dan membawakan lagu keroncong adalah sejumlah kalangan remaja.

(Boim/Ferry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here