Survei LSR, Gus Ipul Ungguli Khofifah dan Risma

    0
    361

    VISIT.CO.ID–Surabaya – Lembaga Survei Regional (LSR) mengumumkan hasil surveinya yang dilakukan pada November 2016 hingga Maret 2017.

    Dari hasil ini diketahui elektabilitas Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berada di angka 37 persen. Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyusul dengan 34 persen. Risma menyalip nama Mensos Khofifah Indar Parawansa yang hanya 33 persen.

    Direktur LSR Mufti Mubarok mengatakan pertarungan dalam pilgub Jatim 2018 mendatang masih seru. Pasalnya, sesuai hasil survei lembaganya, elektabilitas atau tingkat keterpilihan kandidat masih di bawah 40 persen. Tidak ada kandidat yang unggul mutlak.

    “Gus Ipul sebagai incumbent masih belum aman karena elektabilitasnya belum di atas 50 persen. Ahok saja yang unggul jauh elektabilitasnya masih bisa kalah melawan Anies,” katanya.

    LSR juga menyebut popularitas Gus Ipul sebesar 86 persen. Gus Ipul unggul di delapan kabupaten/kota di Jatim. Di posisi kedua ada Walikota Surabaya Tri Rismaharini dengan popularitas 78 persen. Dalam survey itu Risma unggul di enam kabupaten/kota. Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa ada di posisi ketiga dengan popularitas 77 persen. Khofifah unggul di tujuh kabupaten/kota di Jatim.

    Mufti menjelaskan, wacana calon tunggal atau musyawarah mufakat dalam pilgub Jatim 2018 mendatang diprediksi sulit terwujud. Rivalitas politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dan faktor modal akan memunculkan kandidat penantang incumbent Gus Ipul, yang lebih dulu didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

    “Saya prediksi ada tiga calon atau minimal ada dua calon. Kalau calon tunggal sepertinya sulit terwujud,” tukasnya.

    Dia mengatakan, kepentingan politik yang berbeda antara Joko Widodo, Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto menjelang pilpres akan memunculkan banyak kandidat di Jatim. Pasalnya, ketiga tokoh tersebut punya kepentingan agar Gubernur Jatim bisa menjadi pendulang suara dalam Pilpres mendatang.

    REKOMENDASI:  Pilgub Jatim: Gerindra Ingin 'Kawinkan' La Nyalla-Khofifah

    Beberapa nama lain yang berpotensi menjadi kuda hitam adalah Abdul Halim Iskandar dengan elektabilitas 9 persen dan Hasan Aminuddin yang elektabilitasnya 11 persen. Halim dan Hasan sama sama menguasai tiga kabupaten/kota di Jatim.

    “Keduanya sangat potensial karena masyarakat cenderung ingin pemimpin baru. Kita akan bisa melihat perkembangannya tiga bulan lagi,” imbuhnya.

    Sementara nama Pramono Anung, Bambang DH, Abdullah Azwar Anas, Ridwan Hisjam, Kusnadi dan La Nyalla Mattaliti juga muncul dalam survei itu dengan elektabilitas di bawah 5 persen.

    [InilahCom]

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here