VISIT.CO.ID,MATARAM – Majelis ulama (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat telah menerbitkan 1496 sertifikasi halal sejumlah Hotel, Restoran Dan UMKM diseluruh kabupaten kota yang ada di NTB.

“Jumlah tersebut hasil sertifikasi halal mulai tahun 2012 sampai 2016. Yang dirilis sejak tanggal 19 April 2017, yang terbagi 3 kelompok, yang pertama sertifikasi halal rumah makan, warung, catering dan restoran hotel, yang ke dua, halal rumah makan, warung, catering dan non restoran hotel dan yang ke tiga produk olahan (UMKM),”kata Hj.rauhun,SE selaku direkturLembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika(LPPOM) MUI Provinsi NTB kemarin di kantornya di kota Mataram.

Hj.Rauhun,SE Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika (LPPOM) MUI Provinsi NTB. (Dok.Visit.co.id)

Untuk tahun selanjutnya, diharpakan akan terus meningkat dengan banyaknya kesadaran msayarakat pentingnya mendapatkan sertifikasi halal.

“Pada tahun 2016, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika LPPOM MUI NTB sudah menerbitkan 676 sertifikasi halal untuk restoran hotel sebanyak 28 sertifikat, restoran non hotel sebanyak 107 sertifikat, rumah makan dan catering sebanyak 262, dan produk olahan (UMKN) sebanyak 279,” ujar Hj.rauhun,SE MUI NTB, di Kota Mataram, selasa (30/5).

Sambung iya, perlu dicatat bahwa, NTB termaksud yang paling banyak dari provinsi di indonesia yang mendapatkan sertifkasi halal, selain jakarta.

“kalau dibandingkan dengan daerah diseluruh indonesia,termaksud yang memilki capaian memang cukup besar,dengan jumlah yang ada,”kata Hj.rauhun.

Yang menjadi kendala selam ini, pihak LPPOM MUI NTB sendiri hanya disedorkan sejumlah data kosong. Kerena keterbatsan pemahaman dan pengetahuan.

“belum mengerti bahwa harus memberikan data yang failid. mengingat kita sebenarnya bukan pencari data, kerana memang tugas kita sebagai auditor. jadi auditor itu tinggal kelapngan sehingga dengan seringnya turun kelapangan disertai sosialisasi dan pembekalan berdampak positif dalam memberikan pemahaman sertfikasi halal, yang tadinya tidak tau sekarang sudah tahu, baik masalah aturan dan mekenismenya,sehingga akan mempermudah untuk mendapatkan sertifkasi halal tersebut,’ terang Hj.rauhun.

REKOMENDASI:  Mendadak, Penghuni Kontrakan Didata

Ia juga mengatakan, MUI sangat mendukung program pemerintah pusat dan daerah terkait NTB sebagai destinasi wisata halal. Bahkan, dirinya menghimbau kepada pemrintah daerah bupati dan walikota di NTB untuk ikut berpartisipasi dalam menyosialisasikan program wisata halal.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh pengurus MUI di Nusa Tenggara Barat untuk mendukung dan mendorong supaya wisata syariah dapat terwujut dan terselenggara, dengan semakin meningkatnya jumlah sertifikat halal” ungkapnya.

Sebagai bentuk keseriusan mendapatkan sertifikasi halal sebanyak-banyaknya, pada pertengahan tahun2017 dan kedepan kita akan menjemput bola. Dan saya harapkansupaya SKPD ikut terlibat dalam mensosialisasikan dan memberikan dorongan kepada pihak masyatakat di daearah masing-masing kabupaten kota di NTB.

Sebelumnya, Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi mengungkapkan program prioritas dalam pengembangan wisata halal adalah bagiaman progres terealilsasinya dalam mempercepat sertifikasi halal restoran dan hotel dan UMKN di NTB.

(Boim/Ferry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here